HELOINDONESIA.COM - Pilpres 2024 semakin depan. Presiden Jokowi ikut sibuk pula, sering bicara: hati-hati pilih presiden. Jokowi juga bicara akan cawe-cawe terkait Pilpres, dengan dalih demi bangsa dan negara.
Kini makin banyak yang membandingkan Presiden Jokowi dengan Presiden yang sebelumnya, dalam berbagai bidang, baik pembangunan, demokrasi, ekonomi, pemerintahan, dan lainnya.
Ada yang membandingkan dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dulu SBY yakin akan ada tokoh-tokoh yang pantas menjadi penggantinya. SBY tak pernah ragu siapa penggantinya. Banyak sumber daya manusia yang baik di negeri ini.
“SBY tidak pernah sekali pun mempertanyakan kemampuan dan meragukan kapasitas penggantinya setelah dia selesai menjalankan tugas sebagai presiden walau pada saat yang sama orang yang digadang-gadang menjadi penggantinya bilang,” ndak mikir copras capres, ngurus banjir dan macet Jakarta aja pusing kok,” tulis netizen di X (Twiter) dengan akun @BosPurwa.
Baca juga: Kini Giliran Budiman Sudjatmiko Disebut Sah Jadi Kader Celeng PDIP
Menurutnyam SBY percaya penuh terhadap mekanisme dan sisetem demokrasi yang berjalan. “Siapa yang dikehendaki rakyat maka dialah yang dianggap mampu dan punya kapasitas, tidak mendikte harus start dari mana kepada penggantinya,” ujar warganet itu.
Bahkan, lanjutnya, sampai sekarang beberapa indikator keberhasilan yang pernah diraihnya tidak bisa dilampaui oleh penggantinya, misal nilai pertumbuhan ekonomi. Lalu, kenapa presiden sekarang punya kekawatiran berlebihan?
Pada masanya, lanjut dia, tidak seorang pun memikirkan siapa orang yang akan menjadi pengganti Bung Karno.
Baca juga: Mengapa Sangat Tinggi Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Presiden Jokowi, Ini Penyebabnya
“Tapi setelah suksesi, terpilihlah Soeharto. Kehidupan berbangsa dan bernegara pun berlanjut, malah jauh lebih baik dari sisi perekonomian dan dasar-dasar pembangunan lainnya,” ujarnya.
Sama halnya setelah ketika masa akhir Soeharto, tidak ada desas desus siapa orang yang akan memegang tapuk kepemimpinan selanjutnya.
Dan setelah era reformasi, walo sedikit jatuh bangun, tapi kehidupan berbangsa dan bernegara berlanjut normal ketika era SBY. Tapi, kini Jokowi masih saja mempertanyakan kapasitas penerusnya
Baca juga: Duh Cantiknya Aitana Bonmati, Dialah Pemain Terbaik Piala Dunia Wanita 2023
.
“Lantas apa yang menjadi dasar keraguan presiden sekarang, Jokowi dengan mempertanyakan kapasitas penerusnya? Apakah dia sendiri menjadi tidak percaya terhadap mekanisme dan sistem demokrasi saat ini?” tanya netizen @BosPurwa.
Atau, lanjutnya, apakah ada tujuan politis mengarahkan kepada salah satu bacapres dengan mendegradasi bacapres lainnya?
Semoga pertanyaan yang terakhir itu tidak benar, karena akan menjadi preseden buruk dan noda hitam dalam perjalanan akhir memangang amanah kekuasan yang dipercayakan rakyat kepadanya.
“Jadilah negarawan sejati, hanya itu legacy terbaik yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin sejati,” tandasnya. (**)
