Ketum PROPAS Adi Surya Pranata Ucapkan Selamat kepada Titiek Soeharto Layak jadi Ibu Negara Dampingi Presiden Prabowo

Kamis, 18 April 2024 20:09
Prabowo Subianto Presiden Terpilih 2024. Foto:Istimewa

HELOINDONESIA.COM - Siapa yang tak kenal dengan sosok Adi Pranata Surya, sosok ini pernah menjabat Ketua DPD Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto Jakarta Pusat.

Kini Adi Pranata Surya, menjabat sebagai Pimpinan Umum Pro Prabowo Subianto (PROPAS).

Adi mengatakan Titiek Soeharto layak menjadi ibu negara untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai Presiden RI yang ke 8.

"Titiek Soeharto memang layak menjadi ibu negara mendampingi Prabowo Subianto, yang kini menunggu pelantikan sebagai Presiden RI 8, umtuk masa bakti periode 2024-2029," tegas Adi Surya Pranata, Kamis (17/4/24).

Baca juga: Kejaksaan Agung Raih 74% Kepercayaan Publik Menurut Survei LSI Berkat Penanganan Perkara Korupsi Komoditas Timah

Menurut Adi, hampir 26 tahun lamanya Ibu Titiek Soeharto tidak tampil dan mengudara, akhirnya akan kembali menginjakan kaki ke Istana Negara Republik Indonesia.

"Saya sangat senang sekali atas terpilihnya Prabowo Gibran menjadi Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029," kata Adi Pranata Surya.

Lanjut Adi mengatakan sosok Titiek mengenang masa kejayaan Indonesia di era bapaknya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia ke 2.

Baca juga: Tiga Orang Buronan Penangkap Ikan Ilegal Berhasil Diamankan Satgas SIRI Kejagung

"Ibu Titiek Soeharto, anak Idiologi alm Presiden II itu, nampaknya mengembalikan kejayaan masa-masa kejayaan Presiden Soeharto sebagai bapak Pembangun Indonesia, agar rakyat Indonesia tdk ada lagi yang kelaparan," terang Adi lagi.

Kata Adi, dimasa era Soeharto Indonesia pernah menjadi negara swasembada pangan mendapat penghormatan dunia.

"Kita tahu bahwa Pak Soeharto pernah berjaya mensejahterakan bangsa Indonesia lewat swasembada pangan pada era tahun 1984. Program dan kebijakan yang diberlakukan pada pemerintah Presiden Soeharto tersebut berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 1984. Indonesia selanjutnya mampu menjadi negara pengekspor pangan setelah sebelumnya mengandalkan impor," jelasnnya.

Baca juga: Mendagri: Halalbihalal Idulfitri 2024 Jadi Momentum Penguatan Internal yang Lebih Solid

"Atas keberhasilan Indonesia menjadi negara swasembada pangan dan pada tahun 1985 Presiden Soeharto diundang Direktur Jendral Food an Agriculture organizatiom (FAO) Edwar Sacuma untuk hadir dalam Forum Dunia pada tanggal 14 November 1985 di Roma, Italia," ujar Adi PS.

Pada agenda yang sama di Roma, Italia Presiden Soeharto atas nama Rakyat Indonesia menyerahkan bantuan berupa 100.000 ton padi kepada korban kelaparan di sejumlah negara Afrika.

Adi menambahkan, bantuan tersebut merupakan sumbangan dari kaum Petani Indonesia sekaligus menegaskan bahwa negara -negara yang sedang membangun dapat meningkatkan kemampuan sendiri.

Berita Terkini