Selaras dengan Cita-cita Pers Mengawal Ketahanan Pangan, IKWI Lakukan Penanaman di Hutan Mini Tengah Kota Arboretum Ayu Tirta

Sabtu, 8 Februari 2025 15:22
Ketua Umum Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Dr Andi Dasmawati bersama jajaran pengurus saat berbincang dengan Founder Arboretum Ayu Tirta di rangkaian acara Hari Pers Nasional 2025 di acara penanaman dan penghijauan. Foto: Heloindonesia

HELOINDONESIA.COM -Mencintai tanaman menjadi motif utama bagi Founder Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto untuk menyalurkan hobinya dengan membangun hutan mini di tengah-tengah Kota Banjarmasin.

Selain itu, Arboretum ini sendiri berfungsi untuk menjaga ekosistem alam.

"Karena kita tahu ya, sejatinya nafas bumi ini adalah dari pohon yang kita semua juga yang wajib menjaganya. Di mana deforestasi itu lebih cepat daripada laju penanaman," ungkap Chendrawan Sugianto di sela-sela acara menanam pohon kasturi dan beberapa pohon lainnya.

Secara simbolis, acara penanaman itu dilakukan bersama Ketua Umum Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Dr Andi Dasmawati M.Pd dan pengurus pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada Sabtu (8/2/2025).

Baca juga: Mengapa Menggabungkan NPWP Suami Istri Adalah Pilihan Tepat?

Chendrawan Sugianto mengatakan bahwa hutan sekunder Arboretum Ayu Tirta ini dibangun sekitar tahun 2013 silam.

Meskipun lahan 8 hektar yang dimilikinya merupakan kawasan bisnis atau perniagaan, Chendrawan Sugianto tetap bertahan untuk tidak menjual lahannya.

"Pernah ditawar untuk dijadikan mall, bahkan ada juga pengusaha rumah sakit yang ingin membangun di sini. Tapi saya lebih memilih untuk mempertahankan lahan ini sebagai hutan kota," papar Chendrawan.

Selain untuk menjaga ekosistem, ia mengatakan, sebagai bagian dukungan pada program ketahanan pangan. Sebab dua hektar lahannya dibangun sebagai sawah produktif dan menanam padi premium.

Baca juga: Meriahkan HPN 2025, SIWO PWI Gelar Laga Persahabatan dengan Barito Putera Legend

"Soal beras saya nggak perlu beli. Karena tinggal panen, sebagian juga saya bagikan buat karyawan saya," ucap Chendrawan.

Menurutnya di Arboretum Ayu Tirta ini terdapat 1000an lebih pohon dari 100 spesies. Pohon-pohon itu terdiri dari kayu keras, buah-buahan, jagung, ketela rambat dan sebagainya.

Tak hanya flora, tapi juga dari fauna menjadi bagian dari hutan sekunder ini. Menurutnya dengan keberadaan hutan minu tersebut, hewan-hewan burung datang sendiri ke sini. Bahkan ratusan jenis burung sudah berkembang biak di lahan ini.

Chendrawan mengungkapkan fungsi dan manfaat dari hutan Arboretum Ayu Tirta ini. Pertama, mengurangi efek gas rumah kaca (GRK).

Baca juga: Prof Masrukhi Sebut Jumlah Peserta Festival Tenis Profesor di Atas Ekspektasi

Kedua, memperbaiki kualitas udara. Ketiga sebagai habitat dan persinggahan satwa liar, terutama burung.

Keempat, sebagai kawasan edukasi.
"Suatu saat akan menjadi sarana edukasi. Gen Z sangat sedikit cinta pada pohon. Tidak melulu main handphone, tapi harus mengenal pohon.

Salah satu andalan pohon berkayu keras di kawasan ini adalah dari jenis kayu ulin, meranti, mahoni, mersawah (endemik) maja (pahit), gaharu, kayu putih.

Selain itu terdapat pohon tanjung, sengon, jati, Merbau Papua, Eboni Sulawesi, Pule, kayu putih, rambai padi, bambu, blangiran dan aneka pohon buah-buahan.

Baca juga: Bupati Terpilih Lampung Timur Ela Sowan ke Ketua Nasdem Lampung Herman HN

Dari pantauan redaksi saat berkunjung ke lokasi tersebut, kawasan ini berada di pinggiran jalan besar. Di sebelah kanan terdapat showroom mobil Toyota. Di sisi kiri terdapat showroom mobkas.

Memasuki area ini, melalui pendidikan pintu gerbang yang hanya ditutup dari seng biasa. Suasana mulai terasa asri dengan rindangnya pohon-pohon pinang yang menjulang tinggi.

Di bawah pohon pinang terdapat pohon-pohon kopi dari berbagai jenis. Mulai robusta dan arabica. Lebih masuk ke dalam terdapat berbagai jenis pohon-pohon kayu keras.

Chendrawan Sugianto mengaku berhasil menanam ribuan pohon tersebut dengan masa selama 12 tahun.

Baca juga: Bupati Terpilih Lampung Timur Ela Sowan ke Ketua Nasdem Lampung Herman HN

"1001 pohon ulin bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat. Termasuk tanaman bunga dan Yayasan Bekantan sebagai simbol ikonik menanam 1001 pohon arbei," papar Chendrawan.

Sementara itu, Dewan Pakar PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah mengucapkan terimakasihnya kepada Chendrawan Sugianto yang ikut memberikan kontribusi dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025.

"Saya pikir ini luar biasa, di tengah kota ada hutan yang Pak Chendrawan miliki dalam rangka menjaga kelestarian alam," ujar Sayid.

Sayid membenarkan bahwa apa yang dilakukan Chendrawan Sugianto dalam ketahanan pangan memang harus ditopang oleh adanya hutan.Sehingga reboisasinya terkontrol.

Baca juga: Turut Terlibat Korupsi LPTQ, 4 ASN Buru-buru Kebalikan Uang ke Kejari Pringsewu

Sementara itu, Ketua Umum IKWI, Dr Andi Dasmawati M.Pd mengaku senang bisa disambut baik kedatangannya bersama seluruh jajaran pengurus IKWI Pusat.

Dr Andi Dasmawati dan Chendrawan tampak akrab berbincang soal pepohonan dan tanaman yang berada di lokasi tersebut.

Apalagi, Ketum IKWI ini juga suka dengan hobinya menanam berbagai jenis tanaman di rumahnya.

"Nggak disangka kalau ada pengusaha yang mencintai tanaman dan berusaha menjaga lingkungan dengan membuat hutan mini di tengah kota," ucap Dr Andi Dasmawati.

Baca juga: Turut Terlibat Korupsi LPTQ, 4 ASN Buru-buru Kebalikan Uang ke Kejari Pringsewu

Apa yang dilakukan Chendrawan Sugianto ini, menurutnya bisa menjadi role model bagi pengusaha besar lainnya yang memiliki lahan besar untuk membangun hutan mini.

"Bagi IKWI ini sangat inspiratif sekali. Karena ibu-ibu dari istri para wartawan ini bisa melihat kegiatan di lingkungan Arboretum Ayu Tirta ini untuk bisa ikut mencintai tanaman," tukasnya.

Berita Terkini