Helo Indonesia

Rikki Marthin Patahkan Rekor Agus Prayogo di Semarang 10K

Ajie - Olahraga
Minggu, 17 Desember 2023 16:58
    Bagikan  
Rikki Marthin Patahkan Rekor Agus Prayogo di Semarang 10K

Pelari Rikki Marthin saat menyentuh garis akhir dalam Lomba Lari Semarang 10K

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Rikki Marthin Luther Simbolon, pelari nasional peraih medali emas 10.000 meter SEA Games 2023 Kamboja, tampil prima dengan menjuarai lomba lari Semarang 10K powered by Isoplus yang mengambil start dan finish di depan Balaikota, Jalan Pemuda Semarang, Minggu pagi 17 Desember 2023.

Rikki tampil sebagai pemenang pada kategori overall putra, setelah masuk finish dengan torehan waktu 30 menit 36 detik.
Bukan hanya juara, prajurit TNI AD tersebut juga sukses mematahkan rekor yang dipegang Agus Prayogo pada Semarang 10K tahun 2019 yaitu dengan waktu 31 menit 17 detik. Waktu Rikki juga lebih baik dari juara Semarang 10K tahun 2022 yaitu Roby Sianturi (00:32.43)

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Dapat Menyelamatkan Hidup

Juara putri untuk overall ditempati pelari asal Kenya, Lucy Nthenya Ndambuki dengan catatan waktu 00:34:55 Sama seperti Rikki, Lucy juga berhasil memecahkan rekor Semarang 10K atas nama Odekta Elvina Naibaho (00:36.19) dan berhasil mendapatkan hadiah tambahan untuk pencapaian ini.

Sedangkan kategori nasional pria dimenangi oleh Nurshodiq dengan catatan waktu 00:32:34, dan untuk wanita gelar juara milik Pretty Sihite dengan catatan waktu 00:40:59. Kategori master pria gelar juara disandang Bambang Oktovianus Arwanto dan wanita oleh Siti Muawanah. Kategori pelajar pria oleh Muhammad Nur Hafidz untuk wanita dimenangi oleh Nagita Yuniar Kurniasari.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lari ini. Menurutnya, permintaan masyarakat untuk menjadi peserta Semarang 10K sangat tinggi.

''Namun demi kenyamanan peserta, kita batasi 2.100 pelari. Kami sebenarnya ingin mengubah rute, tapi ternyata keinginan peserta lebih menyukai Kota Lama, jadinya rute masih seperti tahun lalu,'' kata Mbak Ita, panggilan akrabnya, usai melepas peserta.

Baca juga: Sindoro Sumbing Duathlon, Diikuti 57 Peserta, Mampu Dongkrak Pariwisata, Ekonomi Wonosobo


Dia berharap, guna mengakomodasi permintaan peserta, maka pada tahun 2024, pihaknya akan membuka kesempatan kuota pelari yaitu 5.000 peserta. Semoga target terpenuhi, dan banyak pelari elite nasional dan luar negeri tampil di Semarang 10K.

''Hari kelembaban udara cukup tinggi. Kita senang tidak hujan, karena Desember dikenal musim hujan. Semua pelari sangat happy mengikuti lomba,'' tambahnya.


Di bagian lain, panitia penyelenggara Lukminto Wibowo mengatakan, antusiasme peserta sangat luar biasa. Begitu panitia membuka pendaftaran, kata dia, dalam hitungan menit sudah terpenuhi angka 2.100 ini.

Baca juga: Garuda Indonesia dan The Pokémon Company Perkenalkan Design Livery Tematik “Pikachu Jet”

Menurut Luki, sapaannya, tahun depan pihaknya menyiapkan kuota 5.000 peserta. Hanya saja nantinya akan ada diskusi tentang lokasi yang lebih representatif di Kota Semarang agar bisa memberikan kenyamanan bagi peserta.

''Ini adalah perhelatan penutup lomba lari 10K di 10 kota yang kami selenggarakan. Keistimewaan dari lari di Semarang ini adalah jalannya datar, tidak banyak tikungan. Sehingga peserta berpotensi mencapai personal best-nya, dan terciptanya rekor baru,'' tandas Direktur Bisnis Harian Kompas itu.

Diikuti Atikoh Ganjar

Tak hanya pelari nasional, di tengah-tengah peserta juga terdapat Siti Atikoh Ganjar yang memang punya hobi lari. Siti Atikoh masuk finish dengan capaian waktu 1 jam 2 menit.

Dia mengatakan, keikutsertaan pada gelaran kali ini kurang latihan. Jadi target masuk finish dalam waktu 1 jam tak terpenuhi.

''Senang lari di Semarang. Kangen sama tanjakannya, tadi kan datar semua, tapi memang luar biasa, melewati Lawang Sewu, Simpanglima, Kota Lama, itu kalau dari luar kota pasti senang sekali dan race-nya tadi sangat clear, steril bener-bener. Terima kasih untuk warga Semarang,” kata istri mantan gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu.

Baca juga: Menambah Kewibawaan Capres, Debat Selanjutnya Diusulkan Menggunakan Podium

Selain berolahraga, Semarang 10K menghadirkan pengalaman lari yang berbeda dari kompetisi sejenis lainnya. Rute lari dipilih yang mewakili akulturasi budaya, napak tilas sejarah hingga kemegahan arsitektur khas Kota Semarang.


Sejumlah tempat bersejarah dan arsitektur khas Kota Semarang yang dilewati peserta antara lain Lawang Sewu, Tugu Muda, Simpang Lima, Gereja Gedangan St Yusuf (Gereja Bata Merah), Kota Lama Semarang, Jembatan Mberok, Kantor Pos Indonesia, dan Gereja Blenduk. (Aji)