LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- KONI Lampung kolaborasi dengan Yayasan Sahabat Alam (YSA) dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Lampung mengembangkan sport ecotourism di Taman Kehati (Keanekaragaman Hayati) Kota Baru, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.
Kesepakatan ini ditandai dengan penanaman 400 pohon bersama di kawasan pelestarian dan konservasi tersebut, Selasa (10/2/2026). Hadir Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat, Ketua Yayasan Taman Kehati Anshori Djausal yang juga koordinator KORMI Lampung.
Dengan kolaborasi ini, kata Taufik Hidayat, bisa saling sinergis mengembangkan cabor pelestarian kehati, sekaligus melibatkan masyarakat untuk ikut mengembangkan olahraga, wisata, dan pelestarian alam di lahan seluas 30 hektare. "Olahraga berprestasi, pelestarian alam berkelanjutan,, masyarakat gembira," katanya.

Kata dia, penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni, tapi wujud nyata kepedulian insan olahraga terhadap konservasi dan pelestarian lingkungan hidup. "Lingkungan sehat akan melahirkan masyarakat sehat yang jadi fondasi utama lahirnya atlet berprestasi," katanya.
Menurut Anshori Djausal, Taman Kehati dirancang sebagai paru-paru kota, pusat konservasi flora lokal, destinasi edukasi dan sport tourism berbasis lingkungan untung mendukung green and smart city Kota Baru. Dia berharap kawasan Kehati jadi warisan ekologis, edukasi, dan budaya masyarakat Lampung.
Untuk itu, menurut Anshori Djausal, Taman Kehati membutuhkan kolaborasi dengan semua pihak buat pengembangannya agar menjadi kerja bersama menjadi kawasan keanekaragaman hayati sekaligus bermanfaat bagi banyak pihak, termasuk olahraga.

Kebetulan, kata dia, KONI Lampung memerlukan kawasan luar ruang (outdoor) atau alam buat pengembangan bagi cabornya, antara lain olahraga air dengan memanfaatkan embung yang ada, berkuda, paramotor, dan lainnya.
Bahkan, kata Wakil Ketua Bidang Mobilisasi Sumberdaya, Usaha dan Dana KONI Lampung, Endarwan, paramotor sudah aktif mengajak masyarakat tandem melihat Kota Baru dari ketinggian. "Kecendrungan dunia saat ini, 30 persen wisatawan berorientasi sport ecotourism," katanya.
"Selain terus melatih atlet paramotor, masyarakat ikut gembira menikmati hijaunya Kota Baru," katanya. Cabor berkuda, pengurusnya sudah survei sehingga kelak para atletnya punya lokasi berlatih di alam.

Ahmad Chrisna Putra sebagai wakil ketua umum IV KONI Lampung punya misi yang lebih jauh buat pengembangan olahraga berbasis sport ecotourism sekaligu mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON Tahun 2032. "Kita harus menjadi tuan rumah yang profesional," pungkasnya.
Para wartawan olahraga yang rajin meliput kegiatan KONI Lampung yang tergabung dalam Kawan Jurnalis Olahraga Lampung bersama anggota Humas KONI Lampung ikut terlibat dalam penanaman pohon. (HBM)
