SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Cabang atletik Jawa Tengah didorong untuk bangkit dan tetap menjadi cabang unggulan yang menjadi lumbung medali emas di arena PON. Lebih dari itu, cabang ini harus membuktikan secara intens sebagai penyumbang atlet nasional.
Hal tersebut sebagai disampaikan Kabid Litbang KONI Jateng Mugiyo Hartono mewakili Ketua Umum KONI Bona Ventura Sulistiana saat membuka Rapat Kerja Pengprov PASI Jateng Tahun 2025 di Kantor KONI, kompleks Gelora Jatidiri Semarang, Sabtu 18 Januari 2025.
Baca juga: Event Jateng Open dan Kejurprov 2025 Dijadikan Babak Pra-Porprov Atletik
Hadir dalam kesempatan itu staf di Seksi Olahraga Rekreasi dan Industri Olahraga Disporapar Jateng Nicko Ardhi Pradipta, para pengurus dan dewan penasihat PASI Jateng, serta perwakilan PASI kabupaten/kota se-Jateng.
''Pada PON 2024, atletik menyumbangkan dua medali emas. Kami percaya dengan adanya tokoh-tokoh, termasuk ketua umumnya yang mantan atlet nasional, mari kita bangun optimisme lagi. Jadikan raker ini sebagai evaluasi, dan momentum bangkit untuk merancang lagi desain pembinaan, agar atletik berprestasi di PON NTB-NTT yang masih tiga tahun lagi,'' harap Mugi.
Baca juga: PWI Jateng Bersama Pertamina Bersinergi Dukung Program Penguatan SDM Wartawan
Menurut Mugi, parameter keberhasilan pembinaan cabang olahraga dilihat pada dua hal yaitu prestasi di PON dan seberapa banyak menyumbangkan atlet untuk Pelatnas. Dia optimistis, melihat prestasi yang dicapai atlet junior dan senior Jateng pada event nasional, atletik Jateng masih menjadi gudang atlet nasional.
Peran Strategis
Di bagian lain, Ketua Umum PASI Jateng Rumini menyampaikan Raker PASI Jateng punya peran strategis untuk menyusun program kerja ke depan, khususnya penyusunan aturan pelaksanaan babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang digelar tahun ini. Selain itu agenda Pengprov PASI seperti Jateng Open, Kejurprov dan Kejuaraan Antarkaresidenan.
''Kami juga sepakat dengan harapan KONI agar atlet-atlet yang kami bina mampu berbicara di tingkat nasional dan internasional. Itu sebabnya PASI terus berupaya men-support atlet-atlet di daerah dan para pelatihnya untuk muncul. Tak hanya atletnya yang banyak, kualitas perolehan medali juga akan kami tingkatkan,'' ujar mantan atlet sapta lomba yang pernah memecahkan rekor SEA Games itu.
Rumini juga lega karena sejauh ini, masih ada setidaknya delapan atlet junior dan senior yang menghuni Pelatnas. Artinya ada harapan bahwa atlet atletik Jateng masih mampu bersaing di level nasional. (Aji)