SOLO, HELOINDONESIA.COM -Tokoh bela diri asal Solo, Yohan Mulia Legowo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Jateng periode 2026-2030. Mantan fighter internasional kebanggaan Tanah Air itu menjadi calon tunggal dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) di Hotel Adhiwangsa, Solo, Senin 18 Mei 2026.
Setelah dikukuhan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Yohan diminta bergerak cepat dalam menyusun program kerja organisasi. Karena itu, setelah Musprovlub langsung digelar rapat kerja (raker) yang salah satu agendanya membahas persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng pada Oktober mendatang.
"Pengprov MI Jateng harus segera gerak cepat untuk menyiapkan seluruh keperluan jelang Porprov. Selain itu juga harus segera merapikan jajaran kepengurusan pengprov maupun pengcab," ujar Ketua Umum PB MI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
"Dengan semangat pembinaan dan kompetisi yang terus digencarkan ketua baru, saya yakin muaythai Jateng kini akan menatap masa depan yang lebih kompetitif dan berprestasi," imbuhnya.
Baca juga: Genjot Sport Science, Dispora Jateng Gembleng Pelatih Fisik Demi Rajai Cabor Terukur
Musporov dan pengukuhan MI Jateng ini juga dihadiri oleh Sekjen PB MI Azwan Karim, Sekretaris Dispora Jateng Syurya Deta Syafrie, dan Sekum KONI Jateng Budi Santoso.
Sementara itu, setelah dikukuhkan, Yohan menegaskan komitmennya untuk mempercepat program kerja organisasi. Selain persiapan Porprov, pihaknya akan menyelenggarakan berbagai kejuaraan muaythai di tingkat daerah hingga nasional guna meningkatkan jam terbang atlet.
Pembinaan atlet usia muda juga jadi perhatiannya. Untuk meningkatkan kualitas kompetisi, MI Jateng akan mengembangkan sumber daya pelatih dan wasit.
"Banyaknya kejuaraan yang digelar menjadi kunci penting dalam membangun mental dan kualitas atlet. Untuk itu kami mulai menyusun agenda kejuaraan rutin yang melibatkan kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah," kata Yohan.
"Kami ingin muaythai Jateng lebih aktif dan kompetitif. Atlet harus sering bertanding agar kemampuan mereka terus berkembang. Ke depan, kami akan memperbanyak event dan memperkuat pembinaan usia muda," imbuhnya.
Baca juga: 536 Atlet Berlaga di Kejurnas Terbuka Wushu Piala Rektor UNNES 2026, PB WI Beri Apresiasi Tinggi
Lebih lanjut Yohan menilai sinergi antara pengurus daerah, klub, dan atlet menjadi faktor penting untuk menciptakan prestasi berkelanjutan. Hal itu penting untuk bisa melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat bersaing di level nasional maupun internasional. (Aji)