Oleh Herman Batin Mangku*
FIKS, Lampung hebat, para pemimpinnya kawula muda: Gubernur Rahmat Mirzani Djausal alias RMD (45) , wakil Gubernur Jihan Nurlela (31), makin klop dengan dilantiknya Marindo Kurniawan (45) sebagai sekdaprov, dan makin sefrekuensi duet dengan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar (38).
Para Generasi Y kelahiran 80'an ini telah mengukir sejarah kepemimpinan di "Pintu Gerbang Sumatera". Mereka bahkan tak hanya muda dalam usia tapi juga kerjanya gesit sampai banyak yang lupa jika "Geng Lampung Maju" ini baru saja mulus bahkan mencatat banyak prestasi melewati gelombang pertama 100 hari kerjanya.
Hasilnya? Wow, gebrakan awal 100 harinya saja, tingkat kepuasan publik mencapai 83,67 persen. Itu bukan kata saya, tapi hasil survey Litbang RLMG selama sepekan bulan ini (1-8 Juni 2025), masih hot.
Publik puas menyaksikan hasil jungkir-baliknya mereka terutama di sektor pertanian, pariwisata, dan infrastruktur jalan. Ini artinya, para Generasi Y ini mampu melakukan kebijakan yang tepat dalam menjaga harapan masyarakat.
Rincian detailnya panjang hasil suryey kawan saya Bung Aca. Yang pasti, RMD berhasil mencatatkan sejarah sebagai gubernur yang pandai mendengar dan tidak egois. Baru kepemimpinan kali ini, wakil gubernur tak hanya jadi kaos kaki dan asesoris. Tapi, Jihan sejak awal ikut lari sana-sini melayani warga.
Geng Lampung Maju ini juga santun terhadap mereka yang lebih tua dan tak ngotak terhadap yang masih muda. Dengan insan pers yang biasanya seperti Tom and Jerry, mereka mampu bermitra untuk Lampung Maju.
Gugur anggapan selama ini, jika hanya orangtua saja yang mampu memimpin secara bijak (wisdom) selaras kematangan usianya seperti pepatah "Every experience adds a layer to your wisdom" (setiap pengalaman menambah lapisan kebijaksanaan).
Rontok pula anggapan bahwa hanya Generasi Baby Boomers (1946-1964) dan Generasi X (1965-1980) yang kepemimpinan sudah pasti tak lagi serakah, generasi yang sudah menganggap jabatan adalah ladang ibadah.
Para anak muda Generasi Y ini (1980-1995) ini malah wajahnya terlihat "adem" dengan selalu tersenyum, tak suka marah-marah, serta selalu tampil menjaga adab. Bersyukur, Lampung punya pemimpin dari Generasi Y bermental Generasi Beby Boomers.
Timnya juga solid dan sefrekuensi dengan kepala daerahnya. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Thomas Amirico yang juga Generasi Y (43 tahun) ikut pontang-panting mengejar Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Orangtua murid tak lagi direpotkan bayar "SPP" atas nama sumbangan komite, dll.
Jika begini, rasanya optimis Lampung Maju menjemput Indonesia Emas. Seperti kata Proklamator Soekarno,"Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia!" Kutipan yang menggambarkan pentingnya peran pemuda dalam membawa perubahan dan menciptakan dampak besar dalam masyarakat.
Presiden Soekarno percaya bahwa pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dan membawa Indonesia menuju kemajuan. Dengan energi, semangat, dan idealisme, para pemuda dapat menjadi kekuatan pendorong bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.
Pemimpin muda itu berani mengambil risiko untuk mencapai tujuan dan membuat perubahan, memiliki visi dan misi yang jelas untuk membuat perubahan positif, berani berbicara dan bertindak untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan masyarakat.
Lainnya, memiliki integritas dan etika kuat dalam menjalankan kepemimpinan, mampu memotivasi dan menginspirasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama yang efektif menuju perubahan positif.
Tapi ingat pelabuhan masih jauh, perjalanan masih lima tahun tahun lagi, gelombamg badai akan terus mengintip dari langit dan kolong samudera setiap saat. Godaan masih banyak, jangan sampai hanya gara-gara cewek cantik dan seksi lewat laju kepleset atau benjol numbur tiang kapal. Piil lah.
* Koord Pemred Club
-