Helo Indonesia

Jelang Pilkada 2024, Kapolda Jateng Beri Arahan Kamtibmas di Kendal

Senin, 20 Mei 2024 20:14
    Bagikan  
Jelang Pilkada 2024,  Kapolda Jateng Beri Arahan Kamtibmas di Kendal

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat hadir dalam silaturahmi Kamtibmas di Kendal. Foto: Ist/Anik

HELOINDONESIA.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan arahan dalam kegiatan Silaturahmi Kamtibmas dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tiga Pilar Utama yakni Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan Kepala Desa, di Pendapa Bahurekso Setda Kendal, Senin 20 Mei 2024.

Dalam arahannya, Kapolda Jawa Tengah mengatakan, silaturahmi kamtibmas ini bertujuan untuk merumuskan keamanan di wilayah jelang Pilkada 2024.

Baca juga: Harkitnas 2024, Gus Hanies Ingatkan Penguasa Teknologi akan Menguasai Peradaban

Pada kesempatan tersebut, Irjen Pol Ahmad Luthfi juga berpesan kepada tiga pilar utama agar mampu mengendalikan wilayahnya. Karena menurutnya ketiga unsur tersebut mampu menguasai kondisi wilayah desa.

"Ibarat mata tombak kalian ( tiga pilar) harus mampu mengendalikan wilayah di tingkat desa. Mulai sekarang rapatkan barisan dalam rangka menjaga kamtibmas dan pembangunan di desa," tegas Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Jaga Kondusivitas

Bupati Kendal Dico M Ganinduto, saat memberikan sambutan menyebut bahwa Irjen Pol Ahmad Luthfi menyambut baik kegiatan silaturahmi kamtibmas terutama untuk menjaga kondusivitas wilayah jelang Pilkada 2024.

“ Pak Kapolda ini merupakan mentor saya, sejak saya menjabat bupati hingga hari ini. Dan beliau merupakan salah satu sosok dalam keberhasilan saya memimpin di Kabupaten Kendal selama 3 tahun terakhir ini,” bebernya.

Baca juga: Soal Makam di Mrebet yang Dibongkar Orang Tak Dikenal, Polisi Beri Penjelasan

Wakil MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Kendal, Heri Wasito usai menghadiri acara silaturahmi kamtibmas mengatakan, apa yang menjadi arahan dari Kapolda Jawa Tengah merupakan hal yang penting dan harus dilaksanakan demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat saat pelaksanaan pilkada.

"Jika nantinya dalam proses yang dilalui dalam pilkada ada perbedaan pendapat harus disikapi dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan yang akan mengakibatkan perpecahan. Kalau kita dari ormas misalnya ada anggota kami yang pilihannya berbeda, nah itu harus disikapi dengan baik jangan sampai mengganggu kondusivitas wilayah," katanya. (Anik)