LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Dinas BMBK Lampung menghadirkan lima rekanan kontraktor yang sempat disorot atas dugaan kantornya abal-abal, ada yang rumah subsidi sitaan bank dan juga ada rumah nenek-nenek di gang.
Mereka menghadirkan lima rekanan konferensi pers di Ruang Rapat Dinas BMBK Provinsi Lampung, Rabu (24/5/2023). Undangan wartawan tertentu saja, Helo Indonesia Lampung dapat relisnya.
Intinya, tak ada kesalahan soal alamat kantor rekanan yang memenangkan proyek infrastruktur bernilai kontrak miliran rupiah tersebut. Jika pun ada kekeliruan, menurut Kepala BPBJ Provinsi Lampung Slamet Riadi, kelalaian saja.
Sebelumnya, Pemprov Lampung sudah membela rekanan lewat Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Lampung Slamet Riadi bahkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ikut meredam kegaduhan tersebut.
Kepala BPBJ Provinsi Lampung Slamet Riadi mengatakan perusahaan tersebut sudah pindah alamat. Masih terteranya alamat lama di LPSE, kelalaian penyedia atau rekanan, katanya.
Gubernur Arinal Djunaidi meminta awak media tidak berspekulasi dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak berwenang seperti BPK, kejaksaan, dan kepolisian. Dia berpesan agar praduga tidak bersalah.
Dia meminta para awak media untuk menjaga kondusifitas Lampung. "Tolong ya, kita jaga Lampung supaya tetap kondusif," katanya dikonfirmasi, Selasa (23/5/2023).
Dinas BMBK Lampung ikut sigap dengan merelis dan menghadirkan lima rekanan, yakni CV. Rezeki Berkah Abadi, CV Gunung Emas Rajabasa, CV. Mas Ganta Jaya, CV. Bunga Mas Semesta, dan CV. Bagas Adhi Perkasa.
Para rekanan membantah status fiktif dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku kalau alamat sudah sesuai, tetapi wartawan yang mengecek ke lokasi yang memang salah alamat.
Ada juga yang mengaku alamatnya sudah pindah tetapi belum melakukan update terbaru di LPSE. Fahrur Rozi dari CV Bagas Adhi Perkasa mengatakan bahwa rumah Nenek Sri itu alamat kantor kontraktor itu rumah ibu kandungnya sendiri.
Sebelumnya, dia direkturnya yang kini digantikan Sarianto, kata Fahrur Rozi. Dia mengatakan ibunya yang sudah renta kaget ramai wartawan datang.
Sekretaris Dinas BMBK Lampung Taufiqullah meyakinkan awak media adanya pemberitaan alamat kantor rekanan palsu namun setelah dicek, tertanya awak media yang salah melihat lokasi.
Intinya, konferensi pers tersebut untuk tabayyun. Kalau teman media mencari alamat perusahaan, tinggal tanya kepada pihaknya. Direkturnya saja bisa dihadirkan agar tak terjadi simpang siur.
Berdasarkan laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung, CV Bagas Adhi Perkasa (CV BAP) yang memenangkan tender penawaran Rp4,9 miliar rekonstruksi jalan ruas Metro - Kota Gajah (link 018)
Hasil penyelusuran awak media, CV BAP yang memenangkan tender rekonstruksi jalan ruas Metro - Kota Gajah (link 018) pagu anggaran Rp5,09 miliar ternyata kantornya di rumah tua dalam gang kecil d Jl. Imam Bonjol, Gang Salak, Kota Bandarlampung.
Pemilik rumah tak tahu dengan perusahaan tersebut. Dia mengatakan rumahny milik orang tuanya yang tak pernah disewakan untuk kantor sejak berdirinya rumah tahun 1977.
Lain lagi dengan PT Suci Karya Badinusa (SKB), berdasarkan LPSE, perusahaan yang memenangkan proyek jalan Kota Gajah - Simpang Randu dengan pagu anggaran Rp59,5 miliar beralamat di Perum Green Valey Blok B/20, Kecamatan Rajabasa Raya, Kota Bandarlampung.
Hasil penyelusuran awak media, kantor perusahaan merupakan rumah KPR subsidi yang sudah disita bank. Di depan rumah, ada tulisan CV SKB dan stiker debitur menunggak. Tak ada aktiviras di rumah tersebut. (HBM)
