SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pengurus Pelaksana Pengelola MAJT An-Nur Magelang yang dikukuhkan pada 26 September 2024 lalu, pada Jumat 11 Oktober 2024 mengadakan Pembekalan dan Studi Tiru di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, guna menyiapkan program kerja dan pengembangan lanjut MAJT An-Nur Magelang.
Pembangunan MAJT An-Nur Magelang yang diharapkan menjadi masjid mandiri seperti halnya di MAJT Semarang yang akan mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan mewujudkan pembangunan masyarakat Jateng yang religius, toleran dan guyub untuk menjaga NKRI.
Baca juga: 7 Komisioner KPID Jateng Dikukuhkan, Pj Gubernur Minta Berperan Positif dalam Pilkada
Ketua Pelaksana Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis menyampaikan maksud dan tujuan hadir ke MAJT Semarang, yaitu untuk mengoptimalkan dan mengkompakkan terkait pengelolaan MAJT An-Nur Kabupaten Magelang dengan cara belajar, mencari ilmu cara pengelolaan di MAJT Semarang.
“Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur di Kabupaten Magelang ini, kan baru, jadi disini belajar dan cari ilmu agar bisa mengelola dengan lancar. Diharapkan setelah pulang dari MAJT Semarang ini, dapat mengelola sendiri,” ungkapnya.
Tahap Akhir
Pembekalan yang dilakukan MAJT An-Nur Magelang tersebut diisi oleh Kepala Biro Kesra Provinsi Jateng yang diwakili oleh Koordinator Keagamaan Mukhamad Yusuf, menyampaikan bahwa pembangunan MAJT An-Nur Magelang tahun ini bisa telah memasuki tahap akhir.
Para pengurus masjid ini harus bisa membuat program kerja dari ini sesuai dengan didirikannya masjid ini. Menjadi tantangan besar dengan adanya beberapa perubahan desain yang semula telah disiapkan sarana prasarana pendukung yang akan menjadi modal kemandirian masjid tersebut.
Baca juga: Seorang Pria Dapat Membalikkan Diabetes dengan Melakukan Satu Jenis Olahraga dalam 3 Bulan
Dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya menyampaikan progres pembangunan MAJT An-Nur saat ini telah selesai 100 persen tahap I Pembangunan Sarana dan Prasarana MAJT An-Nur Magelang.
Sarana dan prasarana yang ada di MAJT An-Nur Magelang seperti pembangunan jalan, akses Pintu Utama, pedestrian, lahan parkir dan ruang terbuka hijau. Pembangunan MAJT An-Nur Magelang ini telah sesuai dengan berbagai aturan tata ruang dan juga telah dilakukan perubahan desain awal sesuai dengan arahan dari Balai Konservasi Borobudur.
Pembangunan tahap akhir akan masih akan berlangsung tahun depan yang berfokus pada Rehab Masjid lama An-Nur parkir mobil , CCTV kawasan dan pagar yang dtelah dianggarkan pada E-Budgeting 2025 sebesar Rp 10 miliar.
Studi Tiru Masjid Agung Jawa Tengah disampaikan oleh Sekretaris PP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg dan Drs KH Istajib AS yang memaparkan bagaimana tata kelola di MAJT yang selama ini dikelolakan dari pendanaan secara mandiri tanpa dana dari Pemerintah.4
Baca juga: Pakai Headset sambil Charge Hp, Pria di Wonogiri Ditemukan Tewas
Tata kelola MAJT dengan aset yang banyak dan luas diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) pegawai yang professional guna mengelola aset MAJT tetap terawat dengan baik . Disamping itu selain merawat aset MAJT juga melayani jamaah agar para jamaah bisa lebih nyaman dalam beribadah.
Sementara H Istajib sebagai salah satu pengurus PP MAJT mengatakan pentingnya pengelolaan MAJT An-Nur Magelang agar lebih profesional dalam melayani umat, baik untuk kepentingan ibadah Makhdhoh maupun Ghoiru Makhdhoh (ibadah sosial). (Aji)
