Helo Indonesia

Salah Masuk Kedalaman, Tiga Anak-anak Tewas Tenggalam di Kolam Renang

Senin, 5 Juni 2023 05:57
    Bagikan  
LOKASI TENGGELAM
ig @tirta_jwalita

LOKASI TENGGELAM - Ilustrasi kolam renang Tirta Jwalita, Trenggalek

HELOINDONESIA.COM - Sunggung memprihatikan kejadian anak tenggelam di Kolam Renang Tirta Jwalita, Jl Soekarno Hatta, Kelutan, Kota Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia, Minggu (4/6/20203).

Bagaimana tidak tenggelamnya anak-anak tersebut lepas dari pengawasan petugas dan orang tua mereka.

Seperti diungkapkan oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino anak-anak yang tenggelam itu berusia 9 tahunan.

Para korban meninggal adalah MFA (9), MZ (9) dan B (9) semuanya adalah warga Kalurahan Kelutan, Kota Trenggalek.

Menurut Kapolres Alith ketiga korban yang meninggal dunia itu adalah pengunjung kolam renang yang berada dilokasi pagi hari.

Diperoleh keterangan saat itu korban datang pada pukul 08.00 WIB bersama teman-temannya.

Ketika sampai lokasi korban datang di kolam renang Jwalita langsung masuk dikedalaman 1,5 meter, yang seharusnya kolam khusus untuk yang bisa renang.

Baca juga: Pemprov Lampung Jalin Kerjasama Dengan Pemprov Jawa Timur Melalui Misi Dagang dan Investasi

Kapolres Trenggalek menduga korban tidak bisa berenang, sehingga tenggelam. Ada yang mengira jika anak-anak itu salah memilih lokasi berenang.

"Pada hal tinggi korban belum ada 1,5 meter. Kemungkinan anak ini tidak bisa berenang, sehingga tenggelam," ujar Alith.

Melihat salah satu korban tenggelam, dua teman yang lain pun kemudian berusaha memberi pertolongan, namun malah ikutan tenggelam.

Namun sayang petugas kolam renang baru mengetahui kejadian itu setelah tubuh korban mengapung di air.

Baca juga: Geger Video Viral di WhatsAp Tanpa Busana, Diduga Diperankan Pelajar Ponorogo

Kebetulan di lokasi itu juga ada anggota Polres Trenggaleh yang sedang melatih berenang, dan langsung memberikan pertolongan, namun juga terlambat.

Semula korban meninggal sebanyak dua orang, namun satu korban yang tadinya masih hidup akhirnya pada pukul 10.00 WIB, meninggal dunia.

Dua orang korban tewas meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah dilakukan perawatan medis di RSUD dr Soedomo, Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino mengatakan kasus ini sekarang sedang dalam penanganan kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk saat ini, kami masih melakukan penyelidikan," ujar Kapolres Alith kepada wartawan di Trenggalek, Jawa Timur. **