LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Tim Kementerian Kesehatan RI melakukan deteksi dini atau pemeriksaan awal bagi ratusan warga Kecamatan Way Jepara Selasa (14/1).Tindakan itu dilakukan guna mengantisipasi adanya penderita TBC,
Pemeriksaan awal yang berlangsung di Balai Desa Labuhanratu Satu Kecamatan Way Jepara dihadiri Kepala Puskesmas Way Jepara Munawar, Sekcam Dardjono, melibatkan 9 tim kemenkes, tenaga medis dan personil puskes serta 187 warga yang akan diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan tersebut khusus untuk jenis penyakit TBC atau tuberculosis. Sebagai kelengkapan, tim juga menyiapkan satu unit mobil khusus rontgen.

Ketua Tim Kemenkes Bilqis Fauziah menjelaskan, selain deteksi dini bagi warga Way Jepara terkait penyakit TBC, tim juga melakukan hal sama di 20 puskesmas dari 34 puskesmas di Lampung Timur. Pemeriksaan meliputi rontgen, uji laboratorium dahak serta sejumlah tindakan lainnya. Bagi 187 warga yang sebagian besar kaum perempuan berusia lanjut, adalah hasil pendataan petugas puskesmas setempat. Ratusan warga yang dicek kesehatannya karena telah memenuhi beberapa unsur seperti pernah kontak dengan penderita TBC baik keluarga atau orang lain, orang dengan penyakit diabetes, perokok serta penderita serta kurang gizi.
"Target kita di Lampung Timur tiga ribu orang di 20 puskesmas," kata Bilqis.
Selain Lampung Timur, tim juga melakukan hal sama di Lampung Tengah, Tanggamus, Lampung Selatan dan Bandarlampung. Setelah menjalani pemeriksaan, warga juga mendapat bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng.
"Tim berharap deteksi dini ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Kepala Puskesmas Way Jepara Munawar mengatakan, 187 warga yang diambil untuk mengikuti periksa awal terkait penyakit TBC berasal dari 10 desa dari 16 desa yang ada. Sementara 6 desa lainnya dibawah naungan puskesmas lain kecamatan itu.
"Way Jepara ada dua puskesmas. Saya membawahi 10 desa dan satu lagi 6 desa," ujar mantan Kepala Puskesmas Kecamatan Labuhanratu itu.
Sekretaris Kecamatan Dardjono mengapresiasi kegiatan tim kemenkes di Lampung Timur. Hal itu dipandang penting guna mencegah adanya penderita TBC kecamatan itu.
"Kami sangat mengapresiasi tim dari kemenkes. Kegiatan ini sangat bermanfaat guna mencegah mewabahnya TBC di kecamatan kita dan Lampung Timur umumnya,"ujar Dardjono.
Pada 2023, jumlah penderita TBC di tanah air satu juta lebih dengan angka kematian 130 ribu atau 17 nyawa melayang per jam.
"Di dunia, Indonesia menempati peringkat kedua setelah India. Jadi kita semua jika ada gejala TBC, segeralah berobat. Nggak usah malu-malu," ungkap sekcam.
(Khairuddin)
