Helo Indonesia

Piala Dunia: Siapa yang Jago Strategi, Banteng Petarung vs Kutu Atom  

Herman Batin Mangku - Olahraga
1 jam 8 menit lalu
    Bagikan  
PIALA DUNIA
HELO LAMPUNG

PIALA DUNIA - Kutu Atom vs Banteng Petarung

Penulis Rozali Umar
Advokat Penggemar Sepak Bola

KUTU menimbulkan gatal, sudah lazim. Namun hewan kecil itu bisa juga membuat orang kelimpungan kalau tak kunjung lenyap di rambut kepala. Banteng suka menyeruduk, apalagi kalau dikomporin dengan benda warna merah. Itu agaknya mitos karena banteng sebenarnya buta warna.

Bayangkan, jika kutu masuk telinga atau merayap di kepala banteng. Mungkin banteng jadi serba salah, berlarian tak tentu arah, dan akhirnya menyeruduk orang yang mengibaskan kain merah di depannya. Bayangkan lagi, jika kutu berada di tanah, lalu banteng berlari kencang. Kutu bisa bablas terinjak, tapi bisa juga selamat jika sempat loncat ke atas kaki banteng.

Sudahkah membayangkannya?
Atau tidak bersedia? Ya tidak apa-apa. Tapi begitulah gambaran pertarungan puncak pesta sepak bola di Amerika. Spanyol menantang juara bertahan Argentina di laga final, Senin dinihari (20/7), pukul 02.00 WIB.

undefined

Rozali

Lamine Yamal dkk ingin negaranya juara dunia kedua kali setelah 16 tahun menanti. Maka, Yamal akan menjadi banteng petarung ("Toro Bravo", bahasa Spanyol) yang berambisi besar meraih kemenangan.

Lionel Messi di Argentina dan Spanyol dapat julukan "La Pulga Atomica" atau "Kutu Atom". Dijuluki begitu karena posturnya kecil tapi lincah dan mempunyai daya tahan fisik luar biasa. Messi identik dengan Barcelona FC. Yamal penerusnya di klub tersebut. Kini senior dan yunior itu berseteru demi gengsi negaranya masing-masing.

Gocekan La Pulga masih mumpuni di usia 39 tahun. Serbuan Toro_ dahsyat dan nafas tidak megap-megap karena masih muda : 19 tahun. Mereka telah membuktikannya dari babak penyisihan sampai semifinal Piala Dunia 2026.

Ketika "Banteng" menyerbu "Kutu", Senin dinihari nanti, Messi pasti siapkan antisipasi. Sebab, dia sangat paham dengan gaya permainan Spanyol. Messi 17 tahun memperkuat Barcelona FC, 2004 sampai 2021. Sebagian besar andalan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 berasal dari klub negeri katalan itu.

Saat giliran "Kutu" dan temannya beraksi menuju benteng pertahanan terakhir "Banteng", maka Yamal dan pemain lain asal Barcelona sudah punya cara agar "Kutu" tidak hinggap di kepala mereka. Gaya Messi terkesan santai di lapangan, tapi itulah jurus jitunya memperdaya lawan.

Yamal dkk tentunya sangat ingin Spanyol juara dunia kedua kali. Negeri Matador itu sudah 16 tahun menanti, setelah menjadi jawara di Afrika Selatan tahun 2010. Prestasi Argentina lebih mentereng, tiga kali juara dunia, 1978, 1986 dan 2022. Spanyol pasti berupaya menjegal Negeri Tango meraih trofi lagi tahun ini.

Sebagai juara bertahan, Messi dkk berambisi menyamai prestasi Brasil di piala dunia 1958 dan 1962, back to back champion. Jika ini tercapai, maka menjadi kenangan terindah Messi. Sebab, Si kutu berencana akan gantung sepatu dari Timnas Argentina seusai Piala Dunia di Amerika.

Sekarang, cobalah bayangkan keseruan bentrok Yamal dan Messi di lapangan. Anggap saja "pemanasan" jelang keduanya adu nyali dan strategi, Senin dinihari nanti. Siap begadang kan? (***)