Helo Indonesia

SMP Islam AL Amal Adakan Sosialisasi Bahaya Narkoba Bersama DPC Hipakad Surabaya

Satwiko Rumekso - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 15 Januari 2025 13:17
    Bagikan  
SMP Al Amal
Liputan

SMP Al Amal - Kepala sekolah (batik merah), 3 dari kanan Ketua DPC Hipakad Surabaya

HELOINDONESIA.COM -Bahaya narkoba yang semakin mengancam berbagai lapisan masyarakat mendorong SMP Islam Al Amal Surabaya untuk menggelar sosialisasi kepada para siswa bersama DPC Hipakad Surabaya.

Sosialisasi yang diikuti sekira 300 orang ini diisi dengan materi interaktif yang bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga masa depan mereka.

Kepala Sekolah SMP Islam Al Amal Surabaya, Misbahul Umam, SS, menegaskan pentingnya sosialisasi bahaya narkoba sejak dini.

"Ya, karena kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan. Narkoba sudah menjadi masalah umum yang bisa menyasar siapa saja," ujarnya, Rabu 15 Januari 2025

Misbahul juga menjelaskan bahwa narkoba kini dirancang untuk segala usia. "Ada narkoba yang ditargetkan untuk anak sekolah, dengan harga yang terjangkau. Jika anak-anak kita tidak diberi pemahaman yang cukup, ini sangat berbahaya," tegasnya.

undefined

Ia menambahkan bahwa memberikan edukasi tentang bahaya narkoba merupakan kewajiban, terutama dalam perspektif agama Islam. "Dalam pendidikan, termasuk dalam ajaran Islam, menyampaikan ini adalah tanggung jawab kita," imbuhnya.

Sementara itu, Laurentia Andry S. Sos, pembicara dari DPC Hipakad Surabaya yang bersertifikat dari BNN, memperingatkan siswa agar tidak mencoba narkoba.

"Jangan pernah mencoba, karena narkoba merusak masa depan. Cita-cita adik-adik, seperti menjadi guru, dokter, atau presiden, bisa hancur karena narkoba," katanya.

Laurentia menyampaikan materi secara interaktif, diselingi humor, sehingga mudah dipahami siswa. Ia juga menjelaskan ciri-ciri pengguna narkoba, seperti sering marah, sulit konsentrasi, lesu, dan menarik diri dari pergaulan sosial.

Ketua DPC Hipakad Surabaya, Agung, menekankan pentingnya sosialisasi ini. "Mereka adalah generasi penerus, generasi Indonesia Emas," ujarnya.

Agung juga memaparkan sejumlah program DPC Hipakad Surabaya, seperti pelatihan jurnalistik, pendampingan hukum, UMKM, dan ketahanan pangan, yang bertujuan mendukung program pemerintah dan khususnya TNI AD sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

"Terima kasih kepada SMP Islam Al Amal, narasumber, wartawan, dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini," pungkas Agung.

Sebagai informasi, SMP Islam Al Amal yang berdiri sejak tahun 2000 telah meraih berbagai prestasi, baik di tingkat kota maupun provinsi. Beberapa di antaranya adalah juara dalam lomba Palang Merah Remaja (PMR), teater, futsal, hingga drumband. Saat ini, sekolah tersebut memiliki sembilan kelas paralel dengan rata-rata jumlah siswa sekitar 30 orang per kelas.

SMP Al Amal diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan fakir yang berada di bawah naungan Panti Pemeliharaan Anak Yatim (PPAY). Sekolah ini tidak memungut biaya pendidikan dan bahkan memberikan perlengkapan sekolah gratis berupa seragam putih biru, biru benhur, batik, pramuka, serta alat tulis.

"Bagi siswa yang tidak membawa uang saku, kami juga memberikan voucher senilai Rp7.000 untuk dibelanjakan di kantin sekolah," ujar Kepala Sekolah SMP Islam Al Amal.***