LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Scroll pagi-pagi bada subuh sembari menyimak kumandang raya takbir susul menyusul, sapuan mata tetiba tergoda doa menggelitik dari sekian unggahan media sosial ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah yang jatuh Rabu (27/5/2026) WIB.
Pertama, unggahan genap tiba hari raya umat Islam sedunia yang di Indonesia disebut juga Lebaran Haji 2026 ini. Dari salah satu organisasi sosial kemasyarakatan ormas Islam terbesar di Indonesia sekaligus bagian dari 10 ormas keagamaan terkaya di dunia: Persyarikatan Muhammadiyah.
Melalui akun media sosialnya, ormas ini mengunggah foto karikatur keren Selamat Idul Adha 1447 H hasil kreasi tim kreatif Media dan Komunikasi (Medkom) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.dengan caption magis transendental.
"Bantu aku berjalan menuju cahaya lalu aku berjanji menjadi lebih baik," bunyi kutipan caption, pun digenapi dengan satu baris kalimat yang tampaknya terinspirasi dari yang viral baru-baru ini. "Nggak Ada Dolar, Adanya Dulur," bunyi sebaris kalimat itu yang tampak gambar dibubuhkan pada kaos kenaan salah seorang tokoh kartun sisi kiri gambar.
Adapun di sisi atas seperti tampak gambar, tepat di balik tiang penyangga atap tertulis nama satu surat dalam kitab suci umat muslim, yakni Al Quran Surat Al Hujurat ayat 13. Salah satu ayat paling populer membahas prinsip kesetaraan manusia, toleransi dan multikulturalisme.
Firman bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tak ditentukan oleh suku, bangsa atau ras, melainkan tingkat ketakwaannya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ [1]
Yang artinya:
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."
Firman bermakna pesan utama soal: persatuan muasal, bahwa seluruh umat manusia berasal dari nenek moyang yang sama (Adam dan Hawa) hingga derajat kemanusiaan adalah setara; keberagaman (diversity) sebagai fitrah, di mana Allah ciptakan perbedaan suku, ras, dan bangsa agar manusia saling mengenal, belajar satu sama lain, bangun interaksi sosial positif; serta standar kemuliaan, bahwa tidak ada keistimewaan suatu ras atau suku atau bangsa atas ras atau suku atau bangsa lainnya.
Poin kuncinya, satu-satunya pembeda nilai manusia di mata Allah ialah kualitas ketaatan dan ketakwaannya.
Kemudian, unggahan menggelitik kedua, unggahan ucapan senada nun yang menggelitik ialah nama sang pengunggah. Unggahan berasal dari seorang bernama unik, yakni Genap, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah Provinsi Aceh dari Fraksi Partai NasDem dapil 3, duduk anggota Badan Musyawarah, Wakil Ketua Komisi B.
"Kurban berkah untuk sesama, ikhlas berkurban, perkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H," takzim Genap, Rabu.
Selain Genap, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti utuh, tidak kurang, penuh, lengkap, sepasang atau cocok; dalam Matematika identik dengan kata depan "bilangan", yakni bilangan bulat yang merupakan kelipatan 2, habis dibagi 2 tanpa sisa, angka terakhir selalu berakhiran 0, 2, 4, 6, atau 8. Serta dalam lalu lintas identik dengan plat genap, misalnya. Kita juga karib dengan sejumlah nama orang yang diambil dari nama unik menggelitik lainnya.
Sidang Pembaca, masih banyak ucapan kreatif, anda punya unggahan menggelitik juga untuk genapinya jadi unggahan ketiga? Apapun itu, Helo Indonesia turut khatur takzim: Selamat Hari Raya Idul Adha. Semangat Qurban, semangat pembebasan! (Muzzamil)
