SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sejak dibangun pada Desember 2022 silam, pembangunan Masjid Agung Kendal saat ini masih mencapai 60 persen. Namun demikian, ruang utama masjid tersebut telah rampung dan terlihat megah.
Sehingga ruang utama tersebut diputuskan segera digunakan untuk kegiatan keagamaan. Peresmian penggunaan ruang utama Masjid Agung Kendal ini ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Jumat 31 Januari 2025.
Baca juga: Pemanfaatan Kembali Stadion Jatidiri Ditandai Penampilan Tim SSB, Pemain PSIS dan Wartawan
Dalam sambutannya, Bupati Kendal menyebut pembangunan Masjid Agung Kendal ini tetap mempertahankan nilai sejarah yang ada. Yakni empat pilar utama yang merupakan bagian dari soko guru.
"Karena Masjid Agung Kendal ini merupakan salah satu ikonnya Kabupaten Kendal. Dan merupakan masjid tertua di Kabupaten Kendal. Kemarin kita melakukan rehabilitasi tapi tanpa mengurangi sejarah dari pada masjid ini," ungkapnya.
Disampaikan, renovasi Masjid Agung Kendal ini didesain oleh arsitektur kenamaan, Revano Satria. Pembangunan masjid menjadi program prioritas Bupati Dico M Ganinduto. Sehingga diharapkan kedepan dapat digunakan tidak hanya untuk kegiatan keagamaan saja, tetapi juga untuk kegiatan-kegiatan pendidikan mupun sosial.
"Mudah-mudahan dengan direnovasinya Masjid Agung Kendal ini manfaatnya bukan hanya untuk kegiatan keagamaan tapi juga bisa untuk kegiatan pendidikan maupun kegiatan sosial," harapnya.
Baca juga: 44 Mahasiswa MH USM Seminarkan Hasil KKL di Singapura dan Malaysia
Arsitektur Masjid Agung Kendal, Revano Satria menjelaskan, di bagian depan terdapat desain lengkungan yang menjadi landmark dari Masjid Agung Kendal. Selain itu dalam desainnya yang megah ini, sejarah Masjid Agung berupa pilar utama Soko Guru tetap dipertahankan dan ada di ruang utama.
"Tentunya desainnya bagaimana kita membuat agar Masjid Agung ini menjadi landmark nomor satu di Kendal. Kita ingin membuat satu modul yang bagus, kita tidak ingin membuat dekorasi yang berlebihan, kita ingin membuat dekorasi yang selalu diingat. Satu saja cukup, lalu kita putuskan desain lengkungan ini," terang Revano.
Sementara, Ketua panitia pembangunan sekaligus mantan Sekda Kendal, Sugiono menjelaskan, pembangunan masjid ini telah mencapai 60 persen. Ditargetkan pada 2025 ini bisa selesai 100 persen.
"Alhamdulillah sudah mencapai 60 persen dan telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 35 miliar. Terdiri dari hibah Pemkab Kendal Rp 20 miliar, dari yayasan Masjid Agung Kendal Rp 10 miliar. Kemudian sisanya sumbangan dari masyarakat," ungkapnya.
Baca juga: Expo KKN Mahasiswa USM Banyak Memuat Program Kerja Unggulan
Meski masih mencapai 60 persen, namun ruang utama telah selesai dan bisa difungsikan.
"Kita ingin menempati ruang utama, karena kita selama ini kita menempati serambi sebelah utara. Sehingga hari inu kita resmikan ruang utama, kita doa bersama. Yang kurang yaitu serambi bawah dan atas, kemudian penataan lingkungan," imbuh Sugiono.(Anik)
