LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -------- Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) Aditya Mahatidanar Hidayat, Ph.D mengapresiasi kebijakan tarif satu harga penyeberangan Bakauheni-Merak untuk mengatasi lonjakan arus mudik Lebaran 2025.
"Dengan sistem tarif satu harga, pengguna jasa tidak perlu lagi khawatir adanya perbedaan layanan sekaligus distribusi perjalanan," ujar Ketua Masyarakat Tranportasi Indonesia (MTI) Wilayah Lampung itu.
Aditya Mahatidanar Hidayat yakin kebijakan tersebut membantu distribusi kendaraan dan penumpang lebih merata, mengurangi antrean, serta mempercepat waktu bongkar-muat kapal di pelabuhan.
Dengan adanya kebijakan ini, keamanan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama, tak ada kapal ekspres dapat menghindari penumpukan dan risiko kelebihan kapasitas, ujarnya, Jumat (14/3/2025).
Selain itu, kebijakan pemerintah mengoptimalkan Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan khusus kendaraan roda dua juga dinilainya tepat sebagai strategi untuk dapat mengurangi kepadatan di Pelabuhan Merak.
Dengan pemisahan kendaraan roda dua ke Ciwandan, lalu lintas sekitar Merak dapat lebih terkendali, sehingga mobilitas kendaraan roda empat dan penumpang pejalan kaki menjadi lebih lancar, ujarnya.
Pemerintah bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan kebijakan tarif satu harga untuk penyeberangan Bakauheni-Merak mulai H-5 hingga H-1 Lebaran untuk mengoptimalkan kapasitas kapal dengan meniadakan layanan kapal ekspres.
Penyesuaian tarif penyeberangan Merak-Bakauheni mengalami penyesuaian sesuai dengan Surat Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PR.302/4/16 PHB 2023 tanggal 15 November 2023 tentang Persetujuan Penyesuaian Tarif Jasa Kepelabuhanan Pada Layanan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Penyeberangan Merak dan Bakauheni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Penyebab Lamanya Penumpang Antre di Pelabuhan Merak Besaran penyesuaian tarif baru ini diterapkan khusus untuk layanan lintasan Ekspress Merak - Bakauheni dan sebaliknya.
Ahok Minta Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Ikut Diperiksa Kejagung Rute transportasi laut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ini memang masih menjadi andalan untuk mengangkut penumpang maupun distribusi barang.
Sekretaris ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan bahwa penyesuaian tarif angkutan layanan dermaga eksekutif di Merak dan Bakauheni dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan, keselamatan dan keamanan pelayaran.
Selain itu, penyesuaian tarif juga dilakukan demi menjaga kelangsungan industri angkutan penyeberangan dan peningkatan daya saing dengan moda lain, serta sebagai upaya untuk memenuhi standar pelayanan minimum. (Prapthy)
