Helo Indonesia

USM Gelar Tasyakuran Atas Akreditasi Unggul, Prof Dharto: Bukan Akhir Perjalanan

Senin, 21 April 2025 07:01
    Bagikan  
USM Gelar Tasyakuran Atas Akreditasi Unggul, Prof Dharto: Bukan Akhir Perjalanan

Keluarga besar USM saat menggelar tasyakuran atas pencapaian gemilang dengan meraih akreditasi Unggul

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Universitas Semarang (USM) belum lama ini telah meraih pencapaian gemilang yang menjadi cita-cita dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia ialah teraihnya akreditasi Unggul dari BAN-PT.

Atas pencapaian itu, keluarga besar USM menggelar tasyukuran yang berlangsung di Lantai 10 Gedung Menara USM pada Sabtu malam 19 April 2025.

Kegiatan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Sudharto P Hadi MES PhD, Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip, Ir Soeharsojo IPU, Drs Kodradi, Prof Drs H. Mohammad Nasir Ak MSi PhD, dan Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum.

Baca juga: Raih Runner-up di JSSL 2025, Capaian Tim HydroPlus Strikers dan MilkLife Shakers Tetap Dipuji

Hadir pula Ketua Dewan Penasihat USM, Prof Dr Suharnomo SE MSi, Anggota Dewan Penasihat USM, Prof Dr Ir Agus Indarjo, MPhil, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, Rektor Universitas Gunadarma, Prof Dr ES Margianti SE MM, dan Rektor USM Dr Supari ST MT.

Selain itu juga hadir para wakil rektor USM, dekan, ketua program studi, dosen, hingga perwakilan mahasiswa.

Rektor USM Supari mengatakan, akreditasi Unggul tersebut tidak menjadi ujung perjalanan, melainkan menjadi starting point. Dia meminta agar pihaknya dapat menyatukan seluruh energi untuk menyatakan bahwa yang telah tertera dalam sertifikasi unggul menjadi terasa.

''Capaian ini memang yang sudah diimpi-impikan oleh para pendiri USM. Dimana USM ini kiprahnya diakui secara eksternal. Dan sejak didirikan tahun 1987 sampai sekarang itu sudah melalui berbagai periode, upaya oleh banyak tokoh mulai dari pendiri, penerus sampai nanti tanggal 23 juni, USM genap berusia 38 tahun,'' katanya.

Menurutnya, pencapaian tersebut juga tak lepas dari kontribusi para senior, pendahulu, pendiri, pejabat-pejabat dulu, hingga mahasiswa-mahasiswa yang telah menjadi alumni, sehingga mahasiswa saat ini dapat menggunakan sertifikat institusi yang unggul.

Bukan Akhir Perjalanan

Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Sudharto mengatakan, akreditasi merupakan dampak dari sistem yang telah dibangun. Akreditasi juga bukan akhir dari sebuah perjalanan.

Baca juga: Wamendagri Bima Arya Harap Kota Bogor Terus Jaga Predikat sebagai The City of Runner

Menurutnya, keberhasilan hari kemari adalah awal perjuangan hari ini, sedangkan keberhasilan hari ini adalah awal perjuangan besok pagi.

''Ada tiga hal yaitu akreditasi membawa serta kesejahteraan bagi civitas akademika. Mudah-mudahan dengan akreditasi itu, mahasiswa kita makin tambah banyak. Lalu juga income kita dari berbagai sumber penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemudian aset-aset kita bisa didayagunakan dengan baik,'' ucapnya.

Yang kedua, lanjutnya, mengenai input, proses, dan output harus diperbaiki. Prof Sudharto menyebut bahwa sarana prasarana USM cukup lengkap dan pihaknya patut bersyukur.

''Ketiga adalah semoga akreditasi ini membawa serta dampak positif bagi pengguna baik dari lulusan kita, maupun iptek yang kita hasilkan, dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kita itu hanya punya tiga hari, masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa depan bergantung pada kita, apakah kita akan menjadi bagian atau kita akan to drive the future,'' ujarnya.

Sementara itu, Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip Soeharsojo mengungkapkan, akreditasi tersebut merupakan hasil kerja dari seluruh dosen, rektor, pembantu rektor, dekan, ketua prodi, tendik, mahasiswa, hingga alumni.

''Saya dengar dari asesor ketika asesmen lapangan akreditasi perguruan tinggi itu mengatakan bahwa ternyata apa disampaikan secara langsung itu jauh lebih baik daripada yang tertulis. ini sangat membanggakan tapi tidak berhenti sampai disitu saja. tentu ini adalah awal daripada PR-PR selanjutnya yaitu untuk diupayakan agar prodi-prodi juga ikut unggul,'' ungkapnya.

Ketua Dewan Penasihat USM, Prof Suharnomo mengucapkan selamat atas tercapainya akreditasi Unggul yang tidak gampang untuk diraih oleh perguruan tinggi.

Baca juga: Popsivo Polwan Menatap Grand Final Usai Hempaskan Electric PLN di Proliga 2025

Pada sambutannya, Prof Suharnomo menyoroti fenomena respon akan perubahan yang terjadi. Dimana perusahaan-perusahaan swasta luar biasa membuat perubahan, sedangkan kampus hanya merespon pada hal-hal yang sifatnya wacana dengan fakta bahwa kampus-kampus maupun dunia pendidikan, tidak banyak yang melakukan secara action.

''Semua bicara soal change, organization and development, tapi hampir semuanya dipraktekkan di dunia swasta. Problemnya adalah kalau swasta kita berpikir cara negeri, apalagi negeri sudah terbiasa berpikir secara negeri. birokrasinya lama, berbelit dan tidak cocok dengan keperluan perubahan yang terjadi. Oleh karena itu kita harus makin akseleratif,'' tandasnya.

Menurut Rektor Universitas Diponegoro itu, tidak ada satupun kesuksesan tanpa kolaborasi. Berkolaboratif menghasilkan sinergi, sesuatu yang relevan dengan zaman.

''Ini menjadi pengingat bahwa perubahan itu tampak nyata, tapi bagi sebagian besar warga kampus ini masih seperti fatamorgana,'' lanjutnya.

Baca juga: Siapkan Generasi Cerdas, USM dan Universitas Gunadarma Jalin Kerja Sama

Di sisi lain, Rektor Universitas Gunadarma, Prof Margiant, yang sudah memiliki hubungan baik dengan salah satu pendiri USM yaitu Ir Widjatmoko (Alm) beserta pengurus universitas sejak USM berdiri itu merasa USM sangat spesial dihatinya.

''USM sudah terakreditasi Unggul, saya sekaligus atas nama segenap keluarga Universitas Gunadarma mengucapkan selamat atas tercapainya akreditasi Unggul. Ini merupakan awal, bukan merupakan suatu akhir menjadi perjuangan kedepan untuk menjaga dan tetap menaikkan apa yang telah dicapai,'' ungkapnya.

Syukuran tersebut terasa hangat dan meriah ditambah dengan penampilan grup musik legendaris asal Kota Semarang yang sudah berkiprah selama 42 tahun yaitu Congkrock 17. (Aji)