Helo Indonesia

Lestarikan Alam, Kemenag Rembang Luncurkan Program Melati

Jumat, 6 Juni 2025 16:10
    Bagikan  
Lestarikan Alam, Kemenag Rembang Luncurkan Program Melati

Asisten III Setda Rembang Dwi Wahyuni Hariyati mewakili bupati tengah menanam pohon untuk mendukung program Melati

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang resmi meluncurkan program Melati (Madrasah Ekoteologi Lestarikan Alam dan Tingkatkan Iman) pada Kamis 5 Juni 2025.

Program ini menjadi terobosan dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan di lingkungan madrasah.

Baca juga: Pemprov Jateng Bagikan 547.590 Hewan Kurban, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi ke MAJT

Kepala Kemenag Rembang, M Muhson, menjelaskan, konsep ekoteologi merupakan perpaduan antara ekologi dan teologi, yang mengedepankan pendekatan spiritual dalam menjaga kelestarian alam.

“Ikhtiar pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan duniawi, tetapi juga bagian dari ibadah. Menanam itu sedekah, menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman. Melalui program Melati, kami ingin nilai-nilai ini diterapkan secara nyata,” ujarnya.

Program Melati menargetkan penanaman dan perawatan 30 ribu pohon oleh siswa madrasah se-Kabupaten Rembang. Dengan asumsi satu siswa menanam satu pohon.

Sebagai tahap awal, dua bulan ke depan ada 15 madrasah sebagai percontohan awal, sebelum diperluas ke 186 lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Rembang hingga Mei 2026.

Apresiasi

Mewakili Bupati Rembang, Asisten III Setda Bidang Administrasi Umum, Dwi Wahyuni Hariyati, mengapresiasi program ini dan menyebutnya sebagai pelengkap dari program Adiwiyata yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup.

“Melati tidak hanya menyasar aspek fisik pelestarian lingkungan, tapi juga membangun kesadaran spiritual. Cinta lingkungan tidak hanya dikerjakan, tetapi dirasakan dan dihayati,” tuturnya.

Baca juga: Tingkatkan Toleransi, Agustina Serahkan Hewan Kurban pada Perayaan Iduladha

Ia juga mendorong agar program ini bisa direplikasi ke sekolah-sekolah di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan pengembangan muatan lokal (mulok) berbasis ekoteologi. (Aji)