LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Rektor Universitas Bandar Lampung Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman, MBA mengungkapkan kampus harus terus berinovasi agar bisa terus survival di tengah kompetisi yang makin ketat dalam. banyak bidang.
"Banyak sekali tekanan terhadap perguruan tinggi swasta, antara lain pembajakan SDM pihak lain," ujarnya pada "Silaturahmi Bersama dengan Pimpinan PT Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II", Rabu (11/6/2025).

Menururnya, kampus swasta tidak harus menjadi seperti ITB, UGM dan UI. Jadilah diri sendiri yang nyaman dengan enterpreneurial university berdasarkan inovasi, ujar Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman, MBA.
"Inovasi yang harus didasarkan pada metode ilmiah research," ujarnya di Convention Hall Mahligai Agung Pascasarjana UBL, Rabu-Kamis (11-12/6/2025), pukul 13.00 WIB.
Dicontohkannya, UBL berinovasi dengan PLN membina UMKM dengan tagline "Rumah BUMN", kerjasama dengan IGES dalam pengelolaan bank sampah dan perencanaan SDGs.

UBL juga kerjasama dengan UCLG ASPAC dalam pengelolaan iklim, kerjasama dengan Jerman tentang pemberian pendampingan pengengembangan wilayah.
Pada saat Covid, UBL mengembangkan aplikasi DEPS untuk pembelajaran perencanaan struktur baja dengan metode flipped classroom serta pemberdayaan labolatorium keliling teknil sipil di daerah daerah terpencil dari dana Dikti.
"Untuk pembiayaan, beberapa dana didapatkan dari Dikti dan lembaga internasional. Sangat bermanfaat terutama bagi pemberdayaan, terutama laboratorium teknik sipil," katanya.
Baca juga: UBL Tuan Rumah Silaturahmi Pimpinan Pendidikan Tinggi Wilayah II, Bahas Indonesia Emas
Menurut Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman, MBA, pihaknya juga aktif terlibat konservasi bekerjasama dengan TFCA untuk mendeteksi bahkan mencegah gajah masuk ke permukiman.
Adapun smart shaker untuk pembibitan jaringan, NeuroDose untuk membantu terapi kanker, kemudian DamaVibra ditujukan untuk membantu petani damar.
MineGuard untuk membantu truk tambang mengurangi resiko kesalahan manusia dan biaya perawatan yang tinggi. Selanjutnya, ada EziChair untuk supply kebutuhan rumah sakit yang terkait dengan kesehatan seperti alat kesehatan yang lebih murah.
Adapun NanoSat dimana peneliti universitas Bandar Lampung berkerjasama untuk eksplorasi bulan yang dikembangkan oleh China National Space Administration (CNSA), ujar Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman, MBA.

Semua diungkapkannya sebagai tuan rumah "Silaturahmi Bersama dengan Pimpinan PT Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II" bertema "Dari Kampus untuk Negeri: Sinergi Inovasi, Talenta dan Budaya Ilmiah untuk Indonesia Emas".
Acara dihadiri Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela, MM dan Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr. Fauzan, MPd; Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, MSc; Direktur Kelembagaan Dirjen Pendidikan Prof. Dr. Muhammad Najib, STP, MM, dan tuan rumah Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S Barusman, MBA. (Salsa/Bila)
-
