Helo Indonesia

Pagelaran Wayang Kulit USM, Rektor Supari Ingatkan Filosofi Kepemimpinan yang Sempurna

Jumat, 20 Juni 2025 09:40
    Bagikan  
Pagelaran Wayang Kulit USM, Rektor Supari Ingatkan Filosofi Kepemimpinan yang Sempurna

Rektor USM Supari

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari ST MT mengajak keluarga besar USM untuk punya komitmen terhadap unggulnya USM dengan berpedoman pada kebaikan bersama, saling mengingatkan dalam kebenaran dan jangan lupa bersabar.

Hal itu diungkapkan Supari saat hadir dalam Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Wahyu Makutoromo di Auditorium Ir Widjatmoko USM Jalan Soekarno-Hatta pada 19 Juni 2025.

Pagelaran wayang kulit dalam rangka Dies Natalis Ke-38 USM itu mendatangkan dalang dari Kudus, Ki Dr Ir H Sunardi MPi MH.

Baca juga: Menko Muhaimin Berkunjung ke Semarang, Agustina Ungkap Upaya Pemkot Tangani Kemiskinan

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Pembina Alumni Undip, Prof Sudharto P Hadi MES PhD, Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip, Ir Harsojo IPU, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, Senat Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Direktur Pascasarjana USM Prof Dr Indarto SE MSi, Kapodi Magister Hukum USM Dr Drs Adv Kukuh SA BA SSos, SH MH MM.

Menurut Rektor, Wahyu Makutoromo adalah konsep filosofis dan spiritual yang menekankan pentingnya kebijaksanaan, budi pekerti, dan kepemimpinan yang sempurna.

Dalam Hasta Brata, ada delapan prinsip kepemimpinan sosial yang meniru filosofi atau sifat alam semesta dan keselarasan di dalamnya. 
Pemimpin agar dapat mengelola alam semesta dengan baik, memiliki tanggung jawab sosial, dan mampu mengambil keputusan yang bijaksana. 

Baca juga: LPJ KONI Jateng Tanpa Penyimpangan, Tuai Apresiasi Inspektorat Provinsi

Pemimpin yang memiliki Wahyu Makutoromo mampu menginternalisasi delapan sifat alam seperti matahari (cahaya), peduli pada kehidupan, selalu menerangi dan mencerahkan. Bulan (tenang), memberi keteduhan, mencipta ketenangan bintang (inspirasi), memberi inspirasi untk terus berkarya dan berkontribusi mendung (kemampuan beradaptasi), peka, menyesuaikan apa yang sedang terjadi.

Selain itu sifat alam lain adalah bumi (stabilitas), tahan gangguan/goncangan, tidak kagetan, gumunan (tak mudah heran), apalagi nesunan (mudah marah) samudra (kekuatan), kuat memberi maupun menerima apapun yang ada api (semangat), tidak kenal mengeluh/putus asa, menumbuhkan harapan ke depan lebih dan makin baik.

Selanjutnya angin (fleksibilitas) yakni peka terhadap keadaan sekitarnya, meskipun tidak ditampakkan/tidak ditunjukkan.

''Ngelmu iku kelakoni kanthi laku. Pemimpin iku, ora mung ngerti ning kudu ngerteni. Ora mung duwe ngelmu ning kudu dadi perilaku,'' ujarnya.

Baca juga: Raup 24 Emas, Kota Semarang Juara Umum Popda Jateng Tingkat SMA

Dia mengatakan, tiap unsur Hasta Brata mengartikan karakteristik ideal dari seorang pemimpin. Ilmu Hasta Brata berasal dari kitab Hindu berbahasa Sansekerta “Manawa Dharma Sastra”.

''Dalam kitab itu disebutkan, tindakan seorang pemimpin mencerminkan karakter para dewa. Konon, pemimpin yang menguasai ilmu Hasta Brata ini akan mampu melakukan internalisasi diri ke dalam delapan sifat agung tersebut','' ungkapnya. (Aji)