Helo Indonesia

Jatuh ke Jurang Gunung Muria, Pendaki Perempuan asal Kudus Ditemukan Tewas

Rabu, 25 Juni 2025 18:47
    Bagikan  
Jatuh ke Jurang Gunung Muria, Pendaki Perempuan asal Kudus Ditemukan Tewas

Proses evakuasi oleh tim SAR gabungan kepada pendaki perempuan yang meninggal di jurang Gunung Muria. Foto: basarnas smg

KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Seorang pendaki tektok terpeleset dan jatuh ke dalam jurang sedalam 180 meter di Gunung Muria yang masuk wilayah Jepara dan Kudus itu.  Korban diketahui bernama Jovita Diva Prabudawardani (21), warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Akibat terjatuh, korban yang belum lama lulus dari Universitas Muhammadiyah Kudus tersebut ditemukan oleh tim SAR gabungan sudah dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu siang 25 Juni 2025 sekitar pukul 11.20 WIB.

Baca juga: 70 Calon Paskibraka Kendal yang Lolos Penjaringan Ikuti Sosialisasi Antinarkoba

Berdasarkan infromasi dari Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, korban Jovita bersama satu rekannya yang merupakan mantan teman kuliahnya diketahui pada Selasa (24/6/25) pagi memulai pendakian ke gunung Muria melalui jalur pendakian puncak Natasangin via Rahtawu.

Mereka sampai di puncak pukul 13.00 WIB dan memutuskan untuk turun satu jam kemudian atau pukul 14.00 WIB. Namun sekira pukul 15.30 WIB saat asyik mengabadikan pemandangan dengan handphone tiba-tiba korban terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang. Rekannya yang mengetahui korban jatuh ke jurang langsung turun ke basecamp pendakian untuk meminta pertolongan.

“Kami yang menerima info dari basecamp langsung mengirimkan satu tim rescue dari Pos untuk melakukan evakuasi. Tim tiba di lokasi pukul 6 sore dan sudah berusaha untuk melakukan evakuasi, namun karena terkendala lokasi yang curam, gelap dan membahayakan tim SAR, akhirnya tim memutuskan untuk melakukan evakuasi pada pagi hari tadi (Rabu pagi,'' terang Budiono dalam keterangan tertulisnya Rabu 25 Juni 2025.

Proses Evakuasi

Tim SAR gabungan kemudian pada pukul 07.00 WIB memulai proses evakuasi kembali. Tim cukup kesulitan mengingat kondisi jurang yang cukup terjal dengan minimnya anchor atau tahanan untuk penyangga tali untuk jalur lintasan evakuasi. Setelah berjibaku dengan waktu, akhirnya pada 11.20 WIB tim mencapai lokasi korban dan melakukan packing. Pukul 14.00 WIB korban berhasil dibawa turun ke basecamp.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi, ada cedera di kepala akibat terbentur batu yang mungkin diduga jadi penyebab korban meninggal. Saat ini korban sudah dibawa ke RSUD Dr Loekmono Hadi Kudus,'' imbuh budiono kemudian.

Dia berterima kasih kepada tim SAR gabungan atas usahanya sehingga korban lekas terevakuasi. Untuk masyarakat umum kami menghimbau untuk lebih berhati-hati lagi dalam melakukan pendakian. ''Perhatikan langkah dan jangan gegabah dalam melangkah,”pungkas Budiono. (Aji)