SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Prof Dr H Jawade Hafidz SH MH yang berasal dari keluarga penuh dengan keterbatasan, dikukuhkan sebagai guru besar baru Fakultas Hukum pada Sabtu 23 Agustus 2025 dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Profesor di Auditorium Unissula, Semarang.
Jawade Hafidz meraih gelar profesor dalam ranting ilmu atau kepakaran Hukum Administrasi Negara (HAN) sebagaimana tertuang dalam SK Mendiktisaintek Nomor 3317/M/KPT.KP/2025.
Baca juga: Berkunjung ke SMAN 1 Boja, Boni Ungkap Pentingnya Peran Ayah dan Sekolah Siaga Kependudukan
Dalam orasi ilmiahnya, dosen kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 20 April 1967 itu menyoroti besarnya tanggung jawab HAN dalam mewujudkan birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Selain itu juga pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta mencegah perilaku koruptif penyelenggara negara. Menurutnya, panjangnya birokrasi bisa menjadi celah bagi para koruptor untuk mengambil uang rakyat demi keuntungan pribadi.
Dia menekankan SDM dalam pelayanan pemerintah harus memiliki moral, integritas dan kepribadian yang baik dengan tidak membeda-bedakan. Hal itu harus ditekankan kepada penyelenggara negara.
Menurutnya, perilaku koruptif penyelenggara negara harus dihentikan. HAN harus ditempatkan sebagai sentral dalam penegakan hukum di Indonesia, diantaranya hukum pidana, hukum perdata, dan hukum tata negara untuk mencegah maladministrasi, dan penyalahgunaan wewenang.
"Saran saya, fokus pada penegakkan prinsip-prinsip HAN dalam menyelamatkan dan mengembalikan aset kekayaan negara. Selain mendorong keberanian masyarakat untuk menolak kebijakan pemerintah yang melampaui batas kewajaran, tidak rasional, dan dan dapat menambah beban ekonomi dan penderitaan rakyat,'' tandasnya lantang.
Anak Berbakti
Sementara itu, Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan apresiasi atas pencapaian Prof Jawade yang menjadi guru besar ke-91 di Unissula. Dijelaskannya, ada dua hal yang membuat dekan FH Unissula ini berhasil meraih gelar profesor.
Baca juga: Dihadiri Bupati Tika, 39 Kontingen Meriahkan Karnaval Kecamatan Weleri
Pertama, karena nikmat dan kebesaran Allah SWT yang harus disyukuri. Kedua, Prof Jawade adalah pribadi yang pantang menyerah dalam hidupnya. Di tengah kondisinya sebagai anak yatim di masa kecil, Jawade tetap tegar membantu sang ibu berjualan gorengan. Dia pun harus berlayar dengan perahu tanpa mesin dari tempat kelahirannya sampai Jakarta hingga menuntut ilmu ke Unissula.
''Beliau adalah anak yang berbakti kepada orang orangtua. Perjalanan Prof Jawade di masa kecil menjadi pelajaran berharga bagi kita, siapa yang patuh dan menghormati orangtua hidupnya akan berhasil. Ini sesuai spirit kampus kita yang ''birrul walidain'','' katanya.
Gunarto menambahkan, Capaian ini akan semakin meningkatkan daya saing Unissula di level nasional dan internasional, serta memperkuat program program internasionalisasi di Fakultas Hukum Unissula yang sudah berjalan sangat baik.
Selain dihadiri pembina dan pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), acara pengukuhan Prof Jawade tamu internasional, seperti dari Turki, Maroko, Maladewa, hingga Korea Selatan.
Dalam video testimoni yang diputar, sejumlah pejabat penting menyampaikan pandangannya tentang sosok Prof Jawade. Diantaranya Menteri Supratman Andi Agtas, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, lalu Wamenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, serta Ketua MK Suhartoyo. (Aji)
