KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN, Dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto SSi MEng meninjau Sekolah Siaga Kependudukan, SMAN 1 Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu 23 Agustus 2025.
“Hari ini kami mengadakan kegiatan yang disebut ''Semarak'' yaitu gerakan kolaborasi, sinergi terkait dengan bagaimana kita membentengi anak-anak muda kita, sehingga mereka bisa menjadi penerus kita di masa depan,” ungkap Boni, panggilan akrab Bonivasius Prasetya.
Baca juga: Dihadiri Bupati Tika, 39 Kontingen Meriahkan Karnaval Kecamatan Weleri
Bertemu dengan para siswa di SMAN 1 Boja, guru, serta para perwakilan ayah dari murid SMAN 1 Boja Boni berdialog tentang betapa pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Baik dalam hal pertumbuhan, maupun perkembangan mental dari sang anak. Termasuk tentang bagaimana pembangunan keluarga bisa dimulai dari sekolah, yaitu Sekolah Siaga Kependudukan.
Menurutnya, sosok ayah adalah pelindung, pembimbing, sekaligus guru pertama telah dan sahabat bagi anak anak. Sayangnya, Ayah merasa terasing dari peran kepengasuhan karena merasa urusan mengasuh anak adalah urusan perempuan, dalam hal ini adalah ibu. Padahal banyak pula Ayah yang sebenarnya ingin terlibat namun tidak tahu harus mulai dari mana keterlibatan peran Ayah ini.
''Semarak'' tidak kemudian berfokus pada pelaksanaan sekolah siaga kependudukan saja, namun adapula kolaborasi dari GATI, dan Pramuka.
''Semarak yang merupakan akronim dari Sinergi Masyarakat dan Sekolah Wujudkan Kepedulian Kependudukan dalam hal ini adalah sinergi antara Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Tunas Keluarga, dan Pramuka. Dalam rangka mendukung Quickwins Kemendukbangga/BKKBN untuk mewujudkan generasi emas 2045,” kata Dr Boni.
Energi Besar
Dalam pelaksanaanya, dia juga meninjau bagaimana siaga kependudukan dilaksanakan di sekolah tersebut. Mulai dari adanya pojok kependudukan, design kelas yang dibuat dengan pesan-pesan kesehatan remaja dan pembangunan keluarga, sampai pelaksanaan PIK-R dan media penyaluran minat bakat siswa melalui kesenian, pramuka, sampai bercocok tanam di media hidroponik.
“Anak-anak kita ini punya energi yang sangat besar. Energi yang sangat besar ini kalau tidak disalurkan dengan kegiatan yang baik maka muncullah hal-hal yang kurang produktiv,yang kemudian mengganggu masa depan mereka nanti,” paparnya.
Baca juga: Natalius Pigai Launching Dua Desa di Kendal sebagai Desa Sadar HAM
Senada dengan hal tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pj Sekda Agus Dwi Lestari juga menekankan betapa pentingnya pembangunan keluarga dikuatkan sedari dini. Baik melalui pelibatan ayah dalam pengasuhan anak, ataupun melalui sekolah siaga kependudukan. Diantaranya dia meyakini bahwa ada banyak ayah yang sebetulnya ingin terlibat dalam pengasuhan, namun terbentur keadaan.
“Pemerintah Kabupaten Kendal menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program Quickwins dari Kemendukbangga/BKKBN. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh pihak demi tercapainya keluarga yang berkualitas, masyarakat yang sejahtera, serta generasi muda yang berdaya saing tinggi, guna mewujudkan Generasi Emas tahun 2045,” kata bupati. (Aji)
