LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana memimpin Apel Besar Hari Lahir ke-64 Pramuka sekaligus membuka Jambore Cabang ke-V Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandarlampung.
Menurut dia, tantangan besar generasi muda saat ini adalah arus digitalisasi global, disrupsi teknologi, serta berbagai ancaman sosial, mulai dari maraknya judi online, bullying, narkoba, tawuran, pornografi, hingga budaya asing yang mengikis semangat gotong royong.
Dengan peringatan pramuka yang kali ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, Wali Kota mengajak pramuka menghadapi berbagai tantangan global disrupsi teknologi dan degradasi sosial tersebut.
Selama ini, Gerakan Pramuka telah menunjukkan eksistensinya dalam mempersiapkan generasi muda, katanya di Bumi Perkemahan Suko Hati Ragom Gawi, Jalan Kepayang, Kecamatan Rajabasa, Rabu (27/8/2025).
.Pramuka selalu menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter berjiwa Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, sekaligus memperkuat gerakan Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, tegasnya.
Menurut Eva, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi sebuah tekad dan komitmen untuk memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bandarlampung, Eva menegaskan bahwa Pramuka merupakan sarana penting pendidikan karakter.
“Pramuka melatih generasi penerus agar disiplin, jujur, peduli, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Diharapkan setiap Pramuka selalu memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai harga mati,” ujarnya.
Eva menambahkan, Pramuka hadir di semua jenjang usia—anak-anak, remaja, hingga dewasa—dengan harapan mampu mencetak generasi penerus yang cinta tanah air, berkompetensi, serta peduli terhadap alam dan sesama manusia.
Selain apel besar, acara juga diisi dengan penyematan tanda penghargaan kepada para pembina dan anggota Pramuka berprestasi. Wali Kota Eva Dwiana memberikan lencana Pancawarsa kepada 162 orang, lencana Darma Bhakti kepada 7 orang, lencana Melati kepada 5 orang, serta lencana Garuda kepada 5 orang. (Hajim)
