Helo Indonesia

KKN Giat 13 Unnes di Desa Purworejo Kendal Fokus pada Pengelolaan Sampah

Kamis, 23 Oktober 2025 07:38
    Bagikan  
KKN Giat 13 Unnes di Desa Purworejo Kendal Fokus pada Pengelolaan Sampah

Mahasiswa KKN Giat 13 Universitas Negeri Semarang berpose bersama ibu PKK Desa Purworejo Kendal

KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 13 Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendesain kegiatannya dengan fokus pada isu lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah atau limbah di Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal.

Program tersebut diwujudkan melalui ‘Sosialisasi Intensif Pengelolaan Bank Sampah’ yang dilaksanakan di Balai Desa Purworejo pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Kegiatan ini secara khusus menyasar ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai garda terdepan pengelolaan sampah rumah tangga di desa tersebut.

Baca juga: Utamakan Regenerasi, 70 Persen Atlet Muda Isi Tim Wushu Jateng di PON Bela Diri

Koordinator Mahasiswa KKN Giat 13 Unnes di Desa Purworejo, Arya menjelaskan, program ini dirancang berdasarkan hasil observasi tim di lapangan.

Menurutnya, masih ada kebutuhan untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan dapat bermanfaat di wilayah Desa Purworejo, Kendal.

"Kami melihat potensi besar di sini. Selama ini, sebagian besar sampah rumah tangga masih bercampur dan berakhir di tempat pembuangan akhir," jelas Arya di lokasi kegiatan.

"Melalui program bank sampah ini, kami ingin mengenalkan paradigma baru, mengubah sampah yang tadinya masalah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual dan nilai seni," imbuhnya.

Mekanisme Bank Sampah

Dalam sosialisasi tersebut, tim KKN Unnes memaparkan secara rinci konsep dan mekanisme kerja bank sampah. Para peserta dikenalkan cara pemilahan sampah yang benar, dimulai dari sumbernya, yakni dapur rumah tangga.

Latar belakang sosialisasi ini dilakukan dikarenakan banyaknya sampah yang dibuang secara sembarangan di embung dan pinggir jalan dan juga program bank sampah di Desa Purworejo yang sudah berhenti sejak lama.

Karenanya mahasiswa KKN ini, kata Arya, berencana untuk mengaktifkan kembali program bank sampah, dengan cara pengambilan sampah anorganik melalui door to door untuk pengambilan sampah. Nantinya, lanjut dia, sampah tersebut akan dipilah dari sampah botol dan sisa bungkus makanan.

‘’Dari sosialisasi bank sampah oleh KKN Unnes Giat 13 di Desa Purworejo ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sementara selama masa KKN, tetapi juga berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi warga,’’lanjutnya.

Baca juga: Forum Wartawan Kebangsaan Usul ke Presiden Prabowo Segera Resuffle 9 Menteri ini dan Kapolri

Nantinya, imbuhnya, bersama perangkat desa, mahasiswa KKN berencana membentuk struktur organisasi pengelola bank sampah desa yang terdiri atas koordinator, bagian penimbangan, pencatatan, dan pengelolaan hasil penjualan sampah.


’Dengan struktur ini, sistem bank sampah dapat berjalan secara transparan dan akuntabel, sehingga warga memiliki kepercayaan untuk berpartisipasi aktif,’’ tegasnya.

Selain itu, pihaknyajuga akan menggandeng pengepul sampah lokal dan pelaku usaha daur ulang untuk menapung hasil pemilahan sampah agar memiliki nilai jual yang stabil.

Sedangkan untuk menghidupkan kreativitas warga,para mahasiswa juga berencana mengadakan pelatihan kreatif daur ulang, seperti pembuatan kerajinan dari plastik bekas, pot tanaman dari botol air mineral, hingga paving block dari limbah plastik.

‘’Produk-produk tersebut nantinya, kita harapkan, dapat dijual kembali sehingga menambah pemasukan warga,’’ jelas Arya.

Program ini menjadi contoh penerapan nyata dari konsep eco living dan ekonomi sirkular di pedesaan. Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dari rumah.

Dengan adanya partisipasi aktif masyarakat, dukungan pemerintah desa, serta kesinambungan pendampingan dari Unnes, Desa Purworejo berpotensi menjadi desa percontohan dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat di Kabupaten Kendal.

Baca juga: Cara Efektif Mengenalkan Anak-anak Gen Z untuk Menyukai Minuman Sehat Rempah-rempah Khas Nusantara

Program ini mencerminkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi yang solutif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Arya menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah awal dari KKN Unnes untuk mengenalkan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.

Bahkan para mahasiswa ini berencana membuat taman yang disebut dengan “Taman Indah”. Taman ini nantinya akan dibuat dengan hiasan daur ulang sampah mulai dari pot hiasan tanaman dan juga bisa digunakan sebagai eco-brick.

Eco-brick sendiri dilakukan dengan cara mendaur ulang botol sampah plastik dengan ukuran tertentu yang kemudian botol tersebut diisi dengan sampah plastik lain seperti sisa bungkus makanan, plastik maupun kertas.

Kemudian botol tersebut bisa dibentuk dan dirancang dengan bentuk huruf atau tulisan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keperluan desa. Biasanya eco-brick ini bertulisakn nama desa atau ikon dari desa tersebut.

Dalam program eco-brick ini, mahasiswa KKN Unnes Giat 13 berencana untuk membuat eco-brick yang bertuliskan “WL” yang berarti itu adalah WATERLIFE sebagai symbol ikonik dari Desa Purworejo yaitu nama kolam renang di Desa Purworejo. (Aji)