Helo Indonesia

Utamakan Regenerasi, 70 Persen Atlet Muda Isi Tim Wushu Jateng di PON Bela Diri

Ajie - Olahraga
Rabu, 22 Oktober 2025 19:42
    Bagikan  
Utamakan Regenerasi, 70 Persen Atlet Muda Isi Tim Wushu Jateng di PON Bela Diri

Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono saat melepas kontingen wushu yang akan bertanding pada PON Bela Diri 2025

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim wushu Jawa Tengah bertolak ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, dengan penuh optimisme.

Namun yang istimewa, dengan berkekuatan 37 atlet, 70 persen tim wushu diisi para atlet muda untuk mendorong regenerasi. Mereka tidak dibebani target yang melambung. Namun pencapaian wushu Jateng di PON XXI/2024 di Aceh-Sumut diharapkan bisa menginspirasi dan memantik motivasi tim PON Bela Diri ini.

Kontingen wushu  dilepas oleh Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono dalam upacara sederhana di Wisma Wushu Jateng, Jalan Marina Semarang, Rabu 22 Oktober 2025.

Baca juga: Terjunkan 14 Karateka, Jateng Targetkan Satu Emas di PON Bela Diri

Dia menyebutkan, dari jumlah atlet Jateng tersebut, komposisinya dalah 70 persen atlet lini kedua dan sisanya 30 persen atlet senior. Hal itu dilakukan guna mempertahankan prestasi yang diraih, sekaligus upaya regenerasi atlet. Pengprov WI pun menjadikan PON Bela Diri sebagai sasaran antara.

''Untuk mendorong regenerasi butuh komitmen dan keberanian. Kami tetap harus menjaga prestasi yang selama ini kami raih. Namun regenerasi tetap menjadi hal penting dan utama  untuk dilakukan agar tidak terjadi gap dengan atlet senior,'' tegasnya.

Saat melepas kontingen, dia juga berpesan agar para atlet tampil all out, tanpa mempedulikan level kejuaraan, sportif, dan tetap menjaga kehormatan Jawa Tengah.

''Saya rasa bobot PON Bela Diri tetap tinggi. Jadi kalian harus tampil dengan semangat tinggi, tetap fight,'' tegasnya.

Mampu Berbicara

Manajer Tim Wushu Jateng M Zaenuri berharap meskipun timnya banyak diisi atlet lini kedua di Kudus,  namun mereka diharapkan  mampu ''berbicara'' di PON Bela Diri, dengan  terinspirasi pada pencapaian prestasi pada  PON 2024.

''Kami minta doa restu kepada pengurus KONI dan masyarakat olahraga Jateng agar harapan tersebut bisa terpenuhi,'' kata Zaenuri.

Kontingen wushu Jateng berkekuatan 37 atlet terdiri atas 11 atlet nomor sanda (pertarungan) dan 26 atlet taolu (peragaan jurus). Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibanding atlet provinsi lain. Mereka didampingi pelatih Hermansyah Monginsidi dengan pelatih pendamping Puja Riyaya dan Imam Tauchid Ragananda.

Juru racik nomor taolu dan wingchun dipercayakan kepada Ide Bagus Setiawan, Budhi Krisdiyanto dan Santoso.

Karena yang diutamakan pemain lapis kedua, Pengprov WI ''memarkir'' atlet seniornya yang tampil di PON 2024. Terlebih lagi sejumlah atlet peraih emas PON lalu seperti  Alexandra Calista Setiawan (peraih emas di nomor Taijiquan Putri), Tharisa Dea Florentina dan Thania Kusumaningtyas (nomor sanda kelas 52 kg putri dan kelas 60 kg putri) sedang menjalani Campbell Training di Henan, Tiongkok, untuk persiapan SEA Games Thailand 2025, Desember mendatang.

Dua atlet peraih emas sanda PON 2024 lainnya pun yaitu Bayu Peni Hendrasswari (48 kg putri) dan Yusuf Widiyanto (56 kg putra) tidak diturunkan. Sementara Puja Riyaya yang melakukan hattrick emas PON (2016, 2021, dan 2024) mendampingi adik-adiknya sebagai pelatih.

Baca juga: Dinilai Sukses, KONI Pusat Agendakan PON Bela Diri 2027 Kembali di Kudus


Satu-satunya atlet emas PON XXI/2024 yang diturunkan hanya Gita Ariesta kelas 56 Kg putri, karena didorong menambah jam terbang agar lebih matang.

Pada PON 2024 lalu, Jateng menggaet 7 emas, 3 perak dan 3 perunggu di PON 2024, dan menempati posisi 3 besar. Juara umum ditempati oleh Jawa Timur dengan perolehan 7 emas, 9 perak, dan 5 perunggu.

''Di Kudus, kami melihat persaingan sengit antara Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Karena itu, kami tidak menargetkan juara umum mengingat persaingan dengan provinsi lain ketat. Maka kami hanya berharap pencapaian kali ini mengikuti jejak di PON 2024 lalu,'' kata Zaenuri.

Pada sisi lain, Zaenuri mengapresiasi cabang lain yang mendulang emas, dan tentu memacu wushu untuk bisa menyumbangkan medali emas bagi kontingen wushu Jateng agar bisa bersaing guna mendapatkan podium teratas. (Aji)