KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Seorang bocah perempuan, Ismi Najiba Ulya (5 tahun), warga Kayuapu Wetan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan hanyut dan hilang di anak Sungai Perak, Desa Gondangmanis.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore 11 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB saat kondisi cuaca sedang hujan.
“Benar, pagi ini kami menerima laporan kejadian bocah hanyut pada Minggu sore kemarin dan saat ini satu tim dari Basarnas Pos SAR Jepara langsung kami berangkatkan ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian bersama tim SAR gabungan," ungkap Budiono, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, dalam keterangannya Senin 12 Januari 2026.
Baca juga: Indonesia Bersiap Gelar Kejuaraan Asia Sepakbola Mini di Palembang
Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, ada kesaksian dari Munaji, salah satu warga sekitar lokasi kejadian melihat korban saat itu bermain bersama dua orang kakaknya.
Ketiganya bermain dengan dua sepeda dimana kakak pertama menaiki sepeda seorang diri sedangkan korban diboncengkan oleh kakaknya yang nomor dua. Mereka bersepeda di area genangan limpasan air anak Sungai Perak, dengan kondisi jalan yang licin akibat hujan deras.
Tergelincir
Namun nahas saat asyik bermain, sepeda yang korban naiki tergelincir dan menyebabkan korban yang diboncengkan oleh sang kakak itu terjatuh ke sungai kecil yang berada di sebelah jalan sedangkan kakaknya masih berpegangan pada sepeda.
Menurut Budiono, tubuh korban yang masih kecil tersebut tak kuat menahan arus limpasan dan kemudian terseret arus air yang cukup deras. Warga yang berada tidak jauh dari lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan.
Baca juga: Sikambara–Asprov PSSI Lampung Pererat Barisan, Bangun Sepak Bola Bersama
Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Basarnas Pos SAR Jepara untuk dilakukan upaya pencarian. Dalam operasi SAR ini, peralatan yang digunakan antara lain Rescue Car Tipe 1, peralatan SAR air lengkap, Aqua Eye, serta alat komunikasi.
"Kami mengirimkan satu tim lengkap dengan peralatan SAR air. Semoga cuaca dan debit air berkurang sehingga tim SAR gabungan bisa segera menemukan korban" pungkas Budiono. (Aji)
