Helo Indonesia

Nadia (10) Idap Kelainan Jantung Sejak Bayi, Orang Tua Harapkan Bantuan Pemerintah Kota

Selasa, 17 Februari 2026 18:54
    Bagikan  
Nadia (10) Idap Kelainan Jantung Sejak Bayi, Orang Tua Harapkan Bantuan Pemerintah Kota

Nadia Maulida Husna (10) Mengidap Kelainan Jantung Bawaan Sejak Umur 1 Tahun Didampingi Kedua Orangtuanya.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Nadia Maulida Husna (10), seorang anak perempuan, mengidap kelainan jantung bawaan sejak usia satu tahun dan kini membutuhkan uluran tangan Pemerintah Kota.Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, kedua orang tua Nadia belum mampu membiayai pengobatan putrinya yang membutuhkan biaya besar.

Nadia merupakan putri pasangan Jumali dan Wahyuni. Sehari-hari, Wahyuni berjualan es cendol di depan Stadion Way Dadi, Jalan Pulau Tegal, Sukarame. Sementara itu, sang suami sudah lama tidak bekerja karena menderita penyakit katarak.

Wahyuni mengungkapkan, penyakit anaknya baru diketahui saat Nadia berusia satu tahun. Menurut keterangan dokter, Nadia didiagnosis menderita PDA (Patent Ductus Arteriosus).

Ia berharap ada bantuan dari Pemerintah Kota untuk pengobatan putrinya. Selama ini, dirinya tidak mengetahui adanya program bantuan sosial bagi warga yang menderita penyakit berat seperti jantung bocor.
“Selama ini memang belum ada yang memberitahu, baik dari pamong maupun pihak kelurahan, bahwa ada bantuan sosial untuk penyakit berat. Saya juga tidak paham harus ke mana dulu untuk mengurusnya,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Wahyuni menambahkan, dirinya mengetahui bahwa Wali Kota Eva Dwiana dikenal peduli terhadap warganya yang mengalami musibah.
“Padahal jarak kantor Kelurahan Way Dadi tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami. Karena tidak ada informasi, ya kami tidak tahu harus bagaimana,” tuturnya.
Sebelumnya, Nadia telah dibawa berobat ke RS Urip Sumoharjo yang memiliki layanan khusus penyakit jantung anak dan balita. Ia diwajibkan menjalani kontrol rutin satu tahun sekali.

“Bulan ini kami baru kontrol. Kata dokter, masih ada kebocoran di jantungnya dan diminta kontrol lagi tahun depan. Untuk operasi jantung, kami tidak memiliki biaya. Kami hanya berjualan es, suami juga tidak bekerja. Harapan kami ada bantuan sosial untuk anak kami,” tandasnya.( Hajim)