LAMPUNG-HELOINDONESIA.COM----
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, menyoroti rendahnya tingkat kehadiran para kepala tiyuh pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka peringatan HUT ke-17 Kabupaten Tubaba.
“Dari hasil pendataan, sebanyak 23 kepala tiyuh tercatat tidak hadir tanpa keterangan,” Kata Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Tubaba, Iwansyah, Kamis (09/04/2026).
Iwansyah menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda).
“Berkaitan dengan paripurna DPRD memperingati HUT Tubaba ke-17, ada banyak kepala tiyuh yang tidak hadir. Sesuai perintah Bupati, kami diminta menindaklanjuti persoalan ini karena menyangkut integritas dan loyalitas mereka,” ujar Iwansyah.
Ia menjelaskan bahwa Inspektorat mengkategorikan kehadiran para kepala tiyuh dalam tiga klasifikasi: hadir, sakit, dan izin/tanpa keterangan.
“Dari data yang kami terima, ada 23 kepala tiyuh yang tidak hadir tanpa keterangan. Yang seperti ini yang kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Inspektorat telah menjatuhkan langkah awal berupa permintaan klarifikasi. Untuk kategori sakit, kepala tiyuh wajib melampirkan surat keterangan dokter. Untuk izin, harus dilengkapi surat izin resmi. Sedangkan yang tanpa keterangan diwajibkan membuat surat pernyataan bermaterai terkait alasan ketidakhadiran mereka.
“Kemarin sudah kita mintakan surat pernyataannya. Ini bagian dari pembinaan, dan mereka akan kita beri peringatan,” kata Iwansyah.
Iwansyah menegaskan, jika di kemudian hari ada kegiatan resmi Pemkab yang mengharuskan kepala tiyuh hadir namun kembali diabaikan, Inspektorat tak segan menjatuhkan sanksi lebih tegas.
“Jika mereka tetap tidak hadir dalam kegiatan wajib Pemkab, maka rekomendasi pencairan anggaran akan kita tahan. Karena itu berarti mereka tidak mendukung program pemerintah Kabupaten Tubaba,” ujarnya.
Ia berharap para kepala tiyuh dapat menunjukkan komitmen dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas, terutama dalam agenda resmi pemerintah yang bersifat strategis.
(Rohman)
