Helo Indonesia

Presiden Jokowi Kunjungi Negara Tempat Denny Indrayana Tinggal, Si Profesor Batalkan Bikin Surat Terbuka

Winoto Anung - Nasional -> Peristiwa
Senin, 3 Juli 2023 09:39
    Bagikan  
Presiden Jokowi
Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi - Presiden Joko Widodo alias Jokowi. (Foto: Sekretariat Presiden)

HELOINDONESIA.COM - Profesor Denny Indrayana memberikan informasi bahwa mulai hari ini 3 Juli Presiden Jokowi mengadakan kunjungan kenegaraan ke Australia.  Kunjungan dilakukan hingga 5 juli 2023.

Ini berarti Presiden Jokowi mengunjungi negara tempat Denny Indrayana tinggal selama ini, dan juga berteriak-teriak mengkritik pemerintahan Jokowi, dan juga Presiden Jokowi sendiri.

“Hari ini Presiden Jokowi mulai melakukan kunjungan kenegaraan ke Sydney, Australia, hingga tanggal 5 Juli 2023,” tulis Denny Indrayana di Twitter.

Terkait kunjungan ini, Denny Indrayana mengaku ingin membuat surat terbuka untuk Perdana Menteri (PM) Australia, yakni untuk melontarkan protes soal isu HAM, hukum, dan anti korupsi di Indonesia.

Baca juga: Menpora Diduga Terima Rp27 Miliar dari BTS, Hari Ini Diperiksa Kejaksaan, Muncul Desakan agar Dito Mundur

“Saya sempat terpikir untuk membuat surat terbuka kepada PM Australia, memprotes berbagai isu hukum, HAM dan antikorupsi di Tanah Air,” ungkap Denny Indrayana.

Karena sebenarnya, lanjut dia, secara domestik, isu-isu tersebut tidak kunjung diselesaikan pemerintahan Jokowi. Bahkan, saya berpandangan dan menyimpulkan, “Presiden Jokowi adalah salah satu sumber utama masalahnya,” tegas Denny.

Maka, kata dia, dibutuhkan dorongan dari masyarakat dan dunia internasional untuk ikut membantu penyelesaian masalah-masalah tersebut, tanpa harus mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia.

Namun, Denny mengaku, niat menulis surat terbuka kepada PM Australia itu dia batalkan dengan berbagai alasan, di antaranya tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi.

Baca juga: Juara GP Austria 2023, Max Verstappen Raih Lima Kemenangan Berturut-turut

“Setelah menimbang berbagai aspek, dan tetap tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi, yang bagaimanapun adalah simbol negara bangsa kita, Indonesia, saya putuskan tidak -- paling tidak belum -- menuliskan surat terbuka demikian,” ujar Denny Indrayana.

Menurut dia, pikiran untuk mengungkapkan tiga isu tersebut masih tetap ada, namun ingin menuangkan dengan melihat waktu yang tepat.

?Opsi untuk membawa isu penegakan hukum, HAM dan antikorupsi di Indonesia tersebut, agar menjadi atensi dunia internasional, tetap ada dalam pemikiran saya, tinggal cara dan waktunya yang perlu dipikirkan secara tepat dan bijak,” ujar Denny Indrayana. (*)

(Winoto Anung)