Helo Indonesia

Ketika Langit Kering, Gubernur Mirza OMC dan Ajak Bersimpuh Ketuk Pintu Langit

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 22 menit lalu
    Bagikan  
KEMARAU
HELO LAMPUNG

KEMARAU - Gubernur Mirza saat melangitkan harapan warganya

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Kamis pagi (10/9/2026), Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tidak sedang berpidato tentang pertumbuhan ekonomi, pembangunan jalan, atau sederet program pemerintah seperti biasanya. Di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Gubernur Mirza justru bersimpuh menundukkan kepala dengan kedua tangan memohon kepada Pemilik Semesta.

Di tengah rakyatnya yang sedang mengalami kemarau panjang, erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang belum reda, serta berbagai bencana yang datang silih berganti di sejumlah daerah di Indonesia, seorang gubernur memilih berhenti sejenak untuk bersimpuh bersama rakyatnya.

Lewat Salat Istisqa, Gubernur Mirza meminta hujan, meminta warganya dijauhkan dari bencana, diberi kesehatan, para petani mendapatkan air, anak-anak terlindungi, dan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan diberi kekuatan agar pertolongan Allah datang kepada mereka yang sedang diuji.

Dari doa yang dilangitkan, manusia belajar bahwa ada perkara-perkara yang tidak selalu bisa diselesaikan dengan kekuasaan, anggaran, atau kecanggihan teknologi.
Pagi itu, Gubernur Mirza duduk bersimpuh bersama rakyatnya.

undefined

Seorang gubernur—yang sehari-hari dibebani keputusan tentang jalan, sekolah, kesehatan, ekonomi, pertanian dan keselamatan warga—pagi itu tampak begitu kecil di hadapan kebesaran Tuhan.

Gubernur Mirza memohon rakyat Lampung dijauhkan dari marabahaya. Sementara tangan-tangan lain bekerja di bumi. Para petugas yang terus menerus memantau gunung, guru yang menyesuaikan pembelajaran, tenaga kesehatan yang siaga, masyarakat yang saling mengingatkan.

Semua bergerak dalam cara masing-masing. Menghadapi bencana, butuh dua keberanian: bekerja dan berserah. Di antara keduanya, seorang pemimpin menemukan makna sebenarnya dari amanah.

Entah kapan hujan akan mengetuk genting-genting, tapi setidaknya ada satu hal yang telah dilakukan seorang gubernur datang bersama rakyatnya. Dalam pidatonya, Gubernur Mirza mengajak seluruh masyarakat memperkuat ikhtiar menghadapi kemarau panjang dan dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Selain langkah mitigasi dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat menggelar Salat Istisqa secara serentak. Kata dia, Salat Istisqa tidak hanya ikhtiar memohon hujan, tetapi juga momentum menyatukan hati masyarakat Lampung untuk memperbanyak doa, istighfar dan introspeksi diri.

“Salat Istisqa ini kita ingin menjadi amalan semua masyarakat di Lampung. Kalau kita melakukan secara bersama-sama, insya Allah hati masyarakat Lampung menjadi satu, semangatnya satu, tujuannya sama,” ujar Mirza.

Gubernur mendorong agar gerakan tersebut tidak berhenti di lingkungan pemerintahan. Salat Istisqa diharapkan turut digelar di masjid, musala hingga pondok pesantren di seluruh kabupaten/kota di Lampung. “Semakin banyak yang berdoa, insya Allah ada satu doa yang dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Pemerintah, kata Mirza, tetap melakukan berbagai langkah mitigasi. Penanganan dampak aktivitas GAK, kekeringan dan potensi kebakaran terus dilakukan bersamaan dengan penyampaian informasi serta imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Namun, menurutnya, ikhtiar manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, upaya lahiriah harus berjalan beriringan dengan ikhtiar batin. Di tengah kondisi tersebut, Pemprov Lampung juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan, khususnya di wilayah yang membutuhkan. Mirza berharap OMC hari ini dapat membantu memperbaiki kondisi cuaca dan lingkungan udara di Lampung, termasuk Bandarlampung.

Mirza menyebut laporan terakhir menunjukkan kondisi mulai membaik. Kekuatan angin dan sebaran debu vulkanik disebut mulai berkurang. “Erupsi terakhir dilaporkan kemarin, angin sudah tidak terlalu kuat lagi, dan debul erupsi Krakatau berkurang,” kata Mirza.

JUMAT SEKOLAH NORMAL

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah di Lampung akan kembali normal mulai Jumat (11/9/2026), setelah sebelumnya Pemprov Lampung memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari.

Mirza mengatakan, sekolah akan kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara langsung. Shalat istisqa juga diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama di lingkungan sekolah. “Jumat, Salat Istisqa di sekolah masing-masing,” kata Gubernur.

Salat Istisqa di Lapangan Korpri dipimpin Ustaz Haji Arimbi Kusairi, S.Ag., M.Pd. sebagai imam. Khotbah disampaikan Doktor Kiai Haji Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., sedangkan doa dipimpin Ustaz Kiai Haji Arif Suleh, Lc., M.A.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza, Sekretaris Daerah Lampung Marindo Kurniawan, Kapolda Lampung Irjen Helvi Asegaf, Kepala BIN Daerah Lampung Suryono, unsur TNI, kejaksaan, Kementerian Agama, Baznas, tokoh agama serta tokoh masyarakat. (HBM)