SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim Multidisiplin Universitas Semarang (USM) mengembangkan Sistem Integrasi Pembelajaran dan Bisnis Indonesia (SIGABBI).
Setelah memperoleh pendanaan Hiliriset Dorongan Teknologi Type 1, SIGABBI kini memasuki tahap penguatan pasar melalui uji market di Singapura, Malaysia, dan Jepang.
Tim multidisiplin USM terdiri atas Dr Erwin Erlangga SPd MPd sebagai ketua, dengan anggota Prof Dr L Rini Sugiarti SPsi MPsi Psikolog, dan Dr Tatas Transinata SPd MPd.
Baca juga: Siapkan Jalur Studi ke Taiwan, USM LCC Buka Kelas Bahasa Mandarin
Menurut Erwin, salah satu capaian penting dalam proses pengembangan tersebut adalah SIGABBI telah menerima sertifikasi Google. Sertifikasi itu menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas dan kesiapan teknologi SIGABBI untuk dikembangkan serta diimplementasikan pada pasar yang lebih luas.
''SIGABBI dikembangkan sebagai platform yang mengintegrasikan skill, karier, pembelajaran, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem digital. Platform ini dirancang untuk membantu pengguna mengenali potensi dan kompetensi, mengembangkan keterampilan, memperoleh informasi karier, terhubung dengan dunia industri, serta membuka peluang kewirausahaan,'' katanya.
Dia mengatakan, keunggulan SIGABBI terletak pada integrasi berbagai kebutuhan pengguna dalam satu platform, mulai dari pemetaan skill, pengembangan kompetensi, career mapping, peluang kerja, hingga kewirausahaan.
Dengan pendekatan tersebut, SIGABBI dikembangkan sebagai salah satu inovasi yang diklaim oleh tim sebagai platform pertama di Indonesia yang mengintegrasikan fitur skill, karier, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem.
''Pengembangan SIGABBI tidak berhenti pada tahap prototipe. Uji market di Singapura, Malaysia, dan Jepang menjadi bagian dari strategi untuk memperoleh masukan pasar, menguji kesesuaian layanan dengan kebutuhan pengguna dan industri, serta membuka peluang kerja sama internasional,'' tambahnya,
Baca juga: KPK Puji Sekolah Berintegritas Jateng, Gubernur Luthfi: Cegah Korupsi Sejak Ruang Kelas
Dia menambahkan, proses pengembangan dan validasi SIGABBI melibatkan berbagai mitra dari sektor industri, pendidikan, dan dunia usaha. Mitra yang terlibat antara lain, CIMB Malaysia, Amway Malaysia, Electric Power Development Co., Ltd. (J-Power), ITOCHU Corporation, MORANG, Hermina, Motherland Daycare/Yayasan Aruna Mentari Bangsa, Bhimasena Power Indonesia, NAVIRI, ANHESA, ARCS, ADAM Grosir, SNEAKBRO, BNI, dan KAI.
Keterlibatan mitra mencakup validasi kebutuhan pengguna, pengujian aplikasi, pengembangan fitur, penyediaan peluang karier, penguatan jaringan industri, hingga pengembangan model bisnis dan komersialisasi.
''Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan SIGABBI tidak hanya layak secara teknologi, tetapi juga memiliki market fit dan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengguna serta dunia industri,'' ungkapnya.
Momentum Penting
Menurutnya, pendanaan Hiliriset Type 1 menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan SIGABBI dari hasil riset menuju produk yang siap diimplementasikan dan dikomersialisasikan.
Rangkaian pengembangan SIGABBI diarahkan melalui tahapan: riset → pengembangan → validasi mitra → sertifikasi → uji market internasional → komersialisasi → scale-up.
Dengan sertifikasi Google, dukungan mitra industri, serta uji market di tiga negara, SIGABBI ditargetkan dapat terus memperluas jaringan pengguna dan mitra, sekaligus mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan.
''SIGABBI tidak hanya dikembangkan sebagai aplikasi, tetapi sebagai ekosistem yang menghubungkan skill, karier, pendidikan, industri, dan kewirausahaan. Uji market internasional menjadi langkah penting untuk menguji kesiapan SIGABBI memasuki pasar yang lebih luas,'' tuturnya.
Ke depan, katanya, SIGABBI diarahkan untuk memperkuat posisinya sebagai AI-powered talent, career and learning ecosystem yang mampu mempertemukan individu, institusi pendidikan, dan dunia industri.
''Kami berhara, melalui kolaborasi berkelanjutan dan ekspansi pasar, SIGABBI mampu menjadi salah satu produk inovasi Universitas Semarang yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga nilai ekonomi, sosial, dan komersial,'' tandasnya. (Aji)
