SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Konsul pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru, Malaysia, Sigit Suryantoro Widiyanto SSos, memberikan kuliah umum kepada sivitas akademika Universitas Semarang (USM) mengenai perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ruang Telekonferensi Lantai 8 Menara Prof Dr H Muladi SH USM, Senin 12 Oktober 2026,
Kuliah umum bertajuk ''Manajemen Perlindungan WNI pada Perwakilan RI di Wilayah Perbatasan: Contoh Kasus KJRI Johor Bahru'' tersebut dihadiri perwakilan LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Rektor USM Dr Supari ST MT, Wakil Rektor III USM Dr April Firman Daru SKom MKom, Ketua Senat USM Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, para dekan, dosen, serta mahasiswa.
Baca juga: Melonjak, 160 Pebulutangkis dari 54 Media Ramaikan KBAM 2026 Zona Tengah Semarang
Dalam paparannya, Sigit mengatakan, penanganan persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk membantu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
''Masalah PMI ini kompleks. Penanganannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,'' ujar Sigit.
Dia menambahkan, tingginya mobilitas WNI di wilayah kerja KJRI Johor Bahru menjadi salah satu tantangan dalam memberikan perlindungan. Selain itu, masih terdapat pekerja migran yang menghadapi persoalan terkait prosedur dan izin kerja.
''Keterlibatan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai migrasi yang aman. Salah satu program yang diusulkan adalah memasukkan materi migrasi aman ke dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa USM agar informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat,'' ujarnya.
Baca juga: Buka Peluang Magang Luar Negeri, USM Perpanjang Kemitraan dengan KJRI Johor Bahru
Selain edukasi, katanya, kerja sama juga berpotensi dikembangkan melalui layanan konseling dengan melibatkan keahlian akademik USM, khususnya bidang psikologi. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu PMI, anak-anak pekerja migran Indonesia, maupun petugas yang terlibat dalam penanganan persoalan mereka.
''Kami berharap, melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi juga memahami kondisi nyata yang dihadapi WNI di luar negeri. Pengalaman ini sekaligus dapat memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan,'' tuturnya.
Perspektif
Sementara itu, Rektor USM, Dr Supari berharap, kuliah umum tersebut dapat memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa mengenai peran perwakilan RI dalam melindungi WNI di luar negeri.
Baca juga: Diketahui, Identitas Mayat Modis Tengkurap di Kebun Sawit
Dia mengatakan, perguruan tinggi perlu membuka ruang kolaborasi agar ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
''Kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian perpanjangan perjanjian kerja sama antara USM dan KJRI Johor Bahru yang telah terjalin sejak 2017. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak berharap dapat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,'' ungkapnya.
Dia berharap, dengan adanya kuliah umum itu, mahasiswa USM semakin memahami kompleksitas persoalan pekerja migran Indonesia serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung perlindungan WNI di luar negeri. (Aji)
