HELOINDONESIA.COM - Beredar sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok@safrijudiardi tentang respon dari dua organisasi Bangsa Melayu mengenai konfik di tanah Rempang yang sedang terjadi saat ini.
Dalam video tersebut terdapat puluhan orang yang memberi pernyataan mengenai sikap dari Persatuan Orang Melayu (POM) dan Satria Pembela Melayu (SPM) kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Salah satu dari mereka mengatakan bahwa tanah Rempang Galang merupakan tanah dari prajurit dan pendekar Kesultanan Melayu Riau Lingga, jauh sebelum Indonesia terbentuk.
"Tercatat di Nulian Tuhfat Al Hafiz karya Ali Haji bahwa masyarakat melayu yang ada di Rempang Galang merupakan cucu cicit dari prajurit dan pendekar Kesultanan Melayu Riau Lingga sejak tahun 1720, artinya Bangsa Melayu di tanah Rempang Galang sudah ada jauh sebelum Negara Republik Indonesia terbentuk", ucapnya.
Baca juga: SMAN Wayjepara Gandeng Kejati Lampung Pantau Proyek Rp2,469 M DAK 2023
Kemudian ia juga menambahkan bahwa hak mempertahankan tanah Rempang Galang merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditawar.
"Maka, hak mempertahankan tanah Rempang Galang oleh Bangsa Melayu adalah sebuah tanggung jawab yang tidak ada nilai tawar", imbuhnya.
Kemudian mereka memberikan sikap terhadap konflik yang sedang terjadi di tanah Rempang Galang.
Mereka meminta agar Presiden Joko Widodo bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dan meminta agar membebaskan masyarakat yang telah ditangkap oleh pihak aparat.
Baca juga: Pernyataan Prabowo Sarankan Masyarakat Terima Politik Uang, Tuai Kritikan Keras
Jika permintaan mereka tidak terpenuhi, maka mereka akan ikut hadir dalam aksi berikutnya.
"Untuk itu, kami Persatuan Orang Melayu (POM) kabupaten Sintang , Kalimantan Barat dan Satria Pembela Melayu (SPM) menyatakan sikap:
Satu, Mendukung saudara Melayu di Rempang Galang untuk mempertahankan dan mendapatkan hak berdaulat di tanah leluhurnya.
Kedua, meminta kepada Pemerintah kota Batam untuk mempertahankan tanah leluhur Bangsa Melayu di tanah Rempang Galang.
Ketiga, meminta Presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo turun ke Rempang Galang dan memberi solusi terbaik tanpa merugikan atau menginjak-injak harkat martabat masyarakatnya.
Keempat, Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan represif dari aparat yang sudah di luar batas wajar kepada masyarakat Rempang Galang dan generasi yang sedang melaksanakan pendidikan.
Kelima, meminta kebebasan saudara kami yang ditangkap oleh aparat pada tanggal 7 September 2023 di Rempang Galang.
Keenam, apabila tidak ada penyelesaian dan suara dari bangsa Melayu di setiap penjuru tidak didengar, maka kami akan hadir di Rempang Galang pada aksi selanjutnya.
Baca juga: Bisa Memicu Kanker hingga Menjadi Autis, Berikut 6 Bahaya dari Kebiasaan Sleep Call
Melayu tidak hanya dituntut pandai bersilat, tetapi harus pandai berbicara dan bersuara. Bagi kami Bangsa Melayu lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bertekuk lutut menjadi pengkhianat Bangsa Melayu, salam buah Melayu" tutupnya.
