Helo Indonesia

Kronologis Tukang Becak Tua Sekarat Digotong Bikin KTP ke Disdukcapil

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 13 September 2023 15:04
    Bagikan  
Kronologis Tukang Becak Tua Sekarat Digotong Bikin KTP ke Disdukcapil

Pengayuh becak sekarat ketika digotong ke Disdukcapil Kota Bandarlampung (Foto Screenshot video viral)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Seorang kakek sebatang kara yang sekarat terpaksa dibawa pakai mobil ambulan dan pakai ranjang lipat beroda ke Disdukcapil Kota Bandarlampung buat bikin e-KTP sebagai syarat perawatan di RSUD A Dadi Tjokrodipo dan operasi di RSUD Abdul Moeloek.

Menurut Ketua RT 014, Lingkungan II, Kelurahan Sawah Brebes, Andriani, Rabu (13/9/2023), dirinya dibantu warga memutuskan mengambil langkah tersebut karena kondisi sang pengayuh becak sudah genting, harus segera dibawa ke RS

undefined

Kadisdukcapil Febriana langsung turun mengawasi proses pembuatan e-KTP pengayuh beca tua sebatang kara (Foto Ist/Helo)

Kadisdukcapil Febriana, katanya, baru bisa mendatangkan alat rekam portable besoknya. Andriani memutuskan segera membuatkan e-KTP dengan membawa sang pasien ke Gedung Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandarlampung.

Baca juga: 16 Kepala Desa Terpilih Sah Dilantik, Ini Pesan Sulpakar

Walau sudah pukul 17.00 WIB, Febriana dan para stafnya standby. Andriani mengucapkan terima kasih atas pelayanan Disdukcapil agar bisa segera ditangani sementara di RSUD A. Dadi Tjokrodipo sebelum dioperasi ke RSUD Abdul Moeloek.

Kejadian ini viral dua bulan kemudian lantaran diunggah Ketua RT Andriani Senin (11/9/2023), pukul 17.46 WIB ke laman https://www.facebook.com/1439667857/posts/10224899352617968/?mibextid=8103lRmnirLUhozF (Andriani Humairawedding).

Hingga Rabu (13/9/2023), sudah ditonton 865 tayangan dibagikan 4 orang, dan 85 beragam komentar. Para nitizen menanggapinya dengan beragam komentar terhadap unggahan yang diberi judul: "Manusia Tanpa Identitas".

Menurut Andriani, sebelumnya, dirinya diberitahu warga ada pengayuh becak yang bernama Sutarjo sudah tak bergerak bahkan BAB sudah di becaknya. Warga kemudian berinisiatif membawanya ke puskesmas. Karena berat, pihak puskesmas merujuk ke RS.

Mereka kemudian membawa sang kakek ke RS Graha Husada dan rekomendasinya harus operasi. "Di RS Graha Husada, sehari saja, scan dll, biayanya Rp1,5 juta," katanya. Muncul pertanyaan, bagaimana perawatan di RS jika tak ada identitas.

Baca juga: Lagi Musim Jualan Kucing dalam Karung, Khong Guan Isi Rengginang

Andriani menghubungi Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. "Bu Wali (Eva Dwiana) merekomendasi sang pengayuh diterima dan pihak rumah sakit dan dirawat lebih dulu walau statusnya anonim di RSUD A. Dadi Tjokrodipo," kata Andriani.

Tiga hari di RSUD A. Dadi Tjokrodipo, kondisinya membaik dan disepakati dirawat di rumah warga bernama Oki sambil mempersiapkan KTP dan BPJS buat operasinya. Namun, baru semalam, esoknya sudah sekarat lagi.

Tak enak minta tolong dengan Bunda Eva dan RSUD A. Dadi Tjokrodipo, Andriani menghubungi Febriana untuk pembuatan KTP agar dapat dirawat kembali di RSUD A. Dadi Tjokrodipo sambil mendaftarkan operasinya di RSUDAM. "Alhamdullilah kini sudah mulai pulih," katanya.

"Saya update status jadi ramai padahal maksudnya memberikan apresiasi terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu pengobatan Pak Sutarjo, Disdukcapil, RSUD A. Dadi Tjokrodipo, dan pihak-pihak lainnya," ujar Bu RT tiga periode tersebut. (Hajim/HBM).