Rawan Gempa, Pemkab Rembang Gandeng BMKG Gelar Mitigasi dan Simulasi Bencana

Rabu, 22 Mei 2024 21:15
Kegiatan mitigasi dan simulasi bencana yang digelar Pemkab Rembang dan BMKG

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Berada di atas patahan sesar Pati yang aktif, membuat Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, rawan terjadi gempa. Karena itu Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menggelar mitigasi dan simulasi gempa bumi di kantor Bupati Rembang, Rabu 22 Mei 2024.

Kegiatan ini diikuti perwakilan kelompok masyarakat, sekolah, aparat, dunia usaha dan media. Mulai dari penjelasan tentang kerawanan gempa di Rembang sampai dengan simulasi  gempa ketika di dalam gedung dan halaman luar.

Baca juga: Tim Dosen FH USM Beri Penyuluhan Hukum ke Siswa MA Nahdlatut Tullab Grobogan

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat semakin waspada dan mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

"Simulasi ini bertujuan agar masyarakat semakin waspada dan mengetahui cara- cara yang dilakukan ketika terjadi gempa. Karena kita kemarin beberapa kali juga terdampak gempa yang di bawean, " ungkapnya.

Sedangkan Kepala Pusat Gempa dan Sunami Badan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , Daryono menegaskan sesar naik Pati meliputi Rembang, Blora, Pati dan Kudus saat ini masih aktif dan pihaknya terus dimonitor.

Baca juga: SD Universal Ananda Kendal Jalin Kerja Sama dengan TeachCast Cambridge

"Data sejarah dari pemerintah Belanda pada tahun 1800an sering terjadi gempa. Dan diantaranya merusak di daerah Pati dan Rembang, 1897 terjadi gempa besar berkekuatan 6,8 rikhter yang merusak kawasan lebih luas radius 500 km, kerusakan sedang hingga berat," ungkapnya.
Ilmu Mitigasi
Daryono menambahkan gempa akan terjadi lagi. Karena gempa memiliki sifat periode ulang.

"Lalu apakah kita harus takut? Tidak. Karena kita memiliki cara selamat, ilmu mitigasi . Di dalam ketidakpastian , kita masih punya waktu untuk menyiapkan diri, " tuturnya.

Persiapan yang perlu dilakukan diantaranya menyiapkan bangunan yang kuat dan tahan gempa. Selain itu bangunan atau rumah ramah gempa juga menjadi alternatif pilihan masyarakat, yaitu berbahan kayu atau bambu.

Baca juga: TPA di Kota Semarang Steril dari Rokok dan Korek Api untuk Antisipasi Kebakaran

Selanjutnya , masyarakat perlu mengetahui cara evakuasi dan mitigasi terhadap gempa. Sehingga dapat menekan jumlah korban jiwa, seperti di negara Jepang, Amerika, Kanada dan lainnya yang memiliki metode mitigasi yang baik.

"Jadi masyarakat tahu cara selamat dari gempa. Tidak panik, mengetahui evakuasinya, berlindung cepat, kalau berhenti goncangan baru keluar rumah dengan mencari tempat yang lapang, " pungkasnya. (Aji)

Berita Terkini