LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Majelis Punyimbang Adat Lampung Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen Arif prihatin jadi pergunjingan warganya dugaan perselingkuhan camat di Kantor Camat Padang Cermin.
"Camat diduga keluar kantor berdua dengan janda pada malam hari saja telah mencederai etika dan moral sebagai pamong masyarakat," kata punyimbang bergelar Suntan Junjungan Makhga kepada Helo Indonesia, Kamis (16/1/2025).
Menurut dia, kabar ini saja sudah musibah besar. Kantor buat pelayanan masyarakat malah gaduh oleh isu semacam itu. Wajar, katanya, jadi perbincangan masyarakat yang mengedepankan relejiusitas dan adar istiadat.
Menurut Tokoh Adat Makhga Waylima itu, sebagai seorang pimpinan wilayah apalagi sekelas camat yang juga pejabat publik seharusnya menjaga betul agar tak terjadi hal-hal yang dapat menggerus kepercayaan masyarakatnya.
Daripada semakin gaduh dan polemik berkepanjangan, Farifki Zulkarnayen Arif menilai sudah sepantasnya Bupati Pesawaran mencopot jabatannya. Dipertahankan, dia yakin akan berdampak buruk dan akan mengganggu kinerja pemerintahan saja.
"Masih antre pejabat lain yang lebih layak dan memiliki moral dan etika dalam mengemban amanah sebagai pamong rakyat," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Padangcermin Kabupaten Pesawaran geram atas ulah camat setempat. Warga mengatakan melihat sang pamong berduaan dengan janda hingga malam di kantornya.
Bahkan, warga sempat memergoki keduanya keluar kantor kecamatan akhir tahun lalu bersama janda berusia 33 tahun pada pukul 21.00 WIB. Kabar miring ini dengan cepat jadi pembicaraan warganya.
Ada warga yang sempat menegur camat setelah melihat wanita itu ke kantor kecamatan pada sore hari dan baru keluar malam ditambah ngobrol lama di dalam mobil sang camat beberapa pekan lalu.
"Kami heran kok camat bersama wanita yang bukan pasangannya hingga malam di kantornya," ujar warga kepada Helo Indonesia, Rabu (15/1/2025).
Menurut warga lainnya, tak pantas seorang pamong berdua dengan bukan isterinya hingga di luar jam kantor. "Abang wartawan pasti lebih tahu etikanya seorang pejabat," katanya.
Dikonfirmasi suara miring tersebut, Camat Padangcermin ANW membantah kabar tersebut. Ditegaskannya, info tersebut merupakan kabar bohong. "Bohong, hoaks itu, gak ada kejadian seperti itu, bisa saya laporkan juga," katanya singkat.
Informasi lainnya, oknum Camat ANW sempat meminta bantuan salah satu kepala desa di Padangcermin untuk meredam warga yang menegur dirinya. Disebutkannya nama desa dan lurah yang dimintakan tolong. (Rama)