Tradisi Syawalan, Makam KH Asy’ari Kendal Dipadati Peziarah

Minggu, 6 April 2025 19:14
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat membuka tradisi syawalan di kompleks makam Bukit Jabal. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Tadisi syawalan di Kabupaten Kendal sudah menjadi tradisi turun temurun yang terus dilestarikan oleh lapisan masyarakat. Salah satu tradisi syawalan yang seringkali dikunjungi adalah syawalan di Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan.

Tradisi syawalan identik dengan berziarah ke makam dan melakukan tahlil dan doa bersama yang biasanya digelar pada tanggal 8 Syawal atau satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Kapolri dan Gubernur Jateng Pantau Rest Area, 40 Persen Pemudik Sudah Balik ke Jakarta

Para peziarah memadati makam KH Asy’ari, atau yang dikenal dengan nama Kiai Guru tokoh penyebar agama Islam di Kabupaten Kendal, yang terletak di Bukit Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Pengasuh Pondok Pesantren Apik Kaliwungu, KH Sholahudin Humaidullah mengatakan, syawalan merupakan bentuk penghormatan dan untuk meneladani nilai-nilai luhur yang telah diajarkan para ulama besar, seperti almarhum KH Asy’ari yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Kaliwungu.

"Jika kita tidak mengingat dan merayakan peringatan haul tokoh besar seperti Kyai Guru, generasi selanjutnya akan kehilangan sosok teladan yang dapat mereka contoh," ungkap KH Sholahudin.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat membuka tradisi syawalan di kompleks makam Bukit Jabal, Sabtu sore, 5 April 2025 mengatakan, tradisi syawalan merupakan tradisi yang sangat baik, karena sebagai pengingat atas jasa-jasa perjuangan dari leluhur dalam menyebarkan ajaran Islam di Wilayah Kaliwungu dan Kendal pada umumnya.

"Kiai Guru Asy'ari adalah pribadi yang sederhana dan kharismatik. Beliau adalah pendiri Masjid Agung Kaliwungu, hingga saat ini terus menjadi simbol perjuangan dakwah," tutur bupati Kendal.

Patit Diteladani

Menurut Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika ini, perjuangan dakwah dari para ulama pendahulu patut diteladani. Ia meminta tradisi ini harus terus terjaga dan terus dilaksanakan.

"Melalui tradisi syawalan ini masyarakat Kaliwungu semakin diingatkan akan pentingnya melestarikan warisan para ulama dan menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya mereka," kata Mbak Tika.

Baca juga: Fadli Zon: Strategi Presiden Prabowo Hadapi Tarif Trump Perkuat Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Tradisi syawalan di Kaliwungu menjadi sebuah kekayaan budaya yang luar biasa. Dan pada syawalan kali ini juga digelar Syawalan Festival di Kaliwungu dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti pentas musik hingga ragam kuliner tradisional.

"Festival ini bukan hanya melestarikan budaya leluhur, tapi juga membuka peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari UMKM, seniman, hingga pengrajin lokal," ujar Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi saat membuka Syawalan Festival beberapa hari lalu.

Ia menegaskan, dengan terus menjaga dan mengembangkan tradisi syawalan ini budaya leluhur akan tetap terjaga. Selain itu juga memberikan dampak yang besar bagi perekonomian masyarakat sekitar. (Anik)

Berita Terkini