MPLS di SMAN 1 Weleri, Satu Siswa Jalur Afirmasi Mengundurkan Diri

Senin, 14 Juli 2025 15:16
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menjadi irup dalam upacara MPLS di SMAN 1 Weleri. Foro: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Dari 425 siswa baru yang diterima di SMA Negeri 1 Weleri, satu siswa yang diterima dari jalur afirmasi mengundurkan diri. Hal ini disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Weleri Moh Dolsalam usai upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Senin, 14 Juli 2025.

"Ada satu siswa yang tidak melakukan daftar ulang, yang jalur afirmasi. Anak ini terkonfirmasi sekolah di swasta. Jadi kosong satu ini. Mestinya di tahun ajaran baru ini ada 324 siswa tetapi saat ini 323 siswa," terang Moh Dolsalam.

Baca juga: Pengajuan Lahan Sekolah Rakyat di Bandengan Kendal Dialihkan ke Desa Kartikajaya Patebon

Disampaikan, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini menerapkan beberapa jalur, diantaranya domisili, afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua.

"Dan zonasi ini sekarang istilahnya menjadi domisili. Pembedanya zonasi dan domisili itu dulu 30 persen lebihnya menggunakan jarak, kalau domisili setelah 30 persen terpenuhi lebihnya menggunakan prestasi. Kemudian jalur afirmasi sekarang ada penambahan 30 persen tapi secara umum jalur ini tidak terpenuhi kuotanya, jalur perpindahan orang tua juga tidak terpenuhi kuotanya," ungkapnya.


Bisa Beradaptasi

Plt Kepala SMA Negeri 1 Kendal  ini juga menyampaikan bahwa kegiatan MPLS ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa terkait sarana prasarana, model pembelajaran, kurikulum, ekstra kurikuler dan lain sebagainya.

"Harapannya anak-anak bisa beradaptasi dengan cepat di sini dan mereka bisa nyaman melakukan pembelajaran," harapnya.

Pada bagian lain, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menjadi irup dalam upacara MPLS menekankan terkait pentingnya administrasi kependudukan yang harus dimiliki oleh para siswa yang sudah memenuhi umur.

"Karena salah satu aspek dalam membangun generasi berkualitas adalah tertib administrasi kependudukan. Ini menjadi penting karena dokumen kependudukan menjadi pintu gerbang awal untuk mendapatkan hak-hak sebagai warga negara. KTP bukan sekedar identitas tetapi akses untuk mendapatkan pelayanan publik," tegas Bupati Tika.

Baca juga: USM segera Buka Program Doktor Ilmu Manajemen, Rektor: Mimpi Panjang Mulai Terwujud

Ia mengapresiasi kegiatan pelayanan perekaman data dan pelayanan KTP di SMAN 1 Weleri yang menjadi langkah nyata dari Disdukcapil dalam memberikan pelayanan jemput bola bagi masyarakat.

Ia juga berpesan agar para siswa baru dapat mengikuti MPLS dengan semangat dan fokus. Sehingga kedepan dapat menjadi generasi penerus yang membanggakan orang tua, sekolah, bangsa dan negara.

"Saya berpesan juga kepada bapak-ibu guru, saya titipkan anak-anak Kabupaten Kendal ini agar dididik, dibimbing agar kelak mereka menjadi generasi emas yang akan menggantikan pemimpin di Indonesia," pungkasnya.(Anik)

Berita Terkini