✕

Fakultas Teknik Undip Gelar Konferensi, Prof Kobayashi Paparkan Inovasi Imersif pada Bidang Medis

Jumat, 29 Agustus 2025 18:54
Prof Naoki Kobayashi menjadi kynote speaker dalam Konferensi ICITACEE yang digelar Fakultas Teknik Undip

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menggelar International Conference on Information Technology, Computer and Electrical Engineering (ICITACEE) yang ke -12 di Hotel Grand Candi pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan yang dubuka Wakil Rektor Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi Prof Dr Adian Fatchur Rochim ST MT diikuti oleh 73 peserta dari luar negeri antara lain Filipina, Jepang, Myanmar, Malaysia, Cina, Amerika Serikat dan lain-lain.

Baca juga: PAN Lampung Ikut Berduka Cita Gugurnya Driver Ojol Asal Lampung

Salah satu panitia Dr Delphi Hanggoro mengatakan bahwa kegiatan ini kolaborasi dua departemen yaitu Departemen Elektro dan Departemen Teknik Komputer.

“Kegiatan international conference ini merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun dan saat ini merupakan yang ke-12. Para peserta dari berbagai negara bisa saling kolaborasi, saling bertukar ide dan join research sehingga pengembangan teknologi akan semakin baik,” ungkap Delphi Hanggoro.


Pada kesempatan tersebut panitia menghadirkan tiga keynote speaker yaitu Prof Naoki Kobayashi BS MS DS, Tommy Sugiarto SSi MSc, PhD, dan Ir. Mochammad Facta, ST, MT, PhD dengan moderator Dinar Mutiara Kusumo Nugraheni ST MInfoTech.(Comp)PhD.


Lebih lanjut Prof Kobayashi menyampaikan bahwa eknologi inovasi imersif dalam bidang medis melalui konsep "Intervers" - ekonomi virtual yang mengintegrasikan ruang fisik dan siber menggunakan teknologi VR, AR, MR, dan XR.


“Dalam aplikasi medis, teknologi ini digunakan untuk pelatihan bedah, identifikasi area kanker dalam patologi dermatologi menggunakan kamera multispektral, dan sistem tele-healthcare berbasis AI-IoT yang memantau tanda-tanda vital pasien jarak jauh,” ungkap Prof Kobayashi.



Ia menambahkan, penelitian menunjukkan sistem AI dapat mendeteksi perubahan kondisi pasien dengan akurasi 88,7 persen berdasarkan data vital dan lingkungan rumah.

Namun teknologi imersif masih menghadapi tantangan seperti Visual Induced Motion Sickness (VIMS) yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pengguna. Meskipun demikian, dunia imersif dipandang sebagai terobosan teknologi yang akan membawa dampak signifikan dalam layanan kesehatan masa depan. (Aji)

Berita Terkini