LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM---- Dalih mendapat bantuan uang kesejahteraan, penipu yang mengaku kepala dinas menghubungi sejumlah kepala sekolah dan guru di Kabupaten Lampung Timur. Penelpon minta sejumlah uang jutaan. Beruntung, aksi itu cepat dicegah.
Kepala Dinas Pendidikan Lampung Timur Marsan mengungkapkan, beberapa hari lalu saat berbincang dengan salah seorang guru, tiba-tiba telepon seluler guru tersebut berdering. Dalam percakapan itu, pelaku mengaku kepala dinas. Mendengar itu, sang kadis memerintahkan guru itu melanjutkan perbincangan.
Pada percakapan itu, pelaku memberi tahu jika guru tersebut akan mendapat uang kesejahteraan sebesar Rp75 juta. Uang itu akan cair jika menyerahkan uang antara Rp1,5 juta - Rp3 juta. Mendengar itu, Kadis Marsan yang duduk di depan guru, mengambil ponsel dan langsung memarahi pelaku. Tak pelak, pelaku langsung menutup ponselnya.
"Kok ya kebetulan saya lagi ngobrol tiba-tiba hp kawan saya itu berdering,"ujar Marsan Rabu (4/2).
Atas kejadian itu, Marsan pun menghubungi para kepala sekolah atau korlak termasuk guru agar waspada jika nomor ponsel miliknya telah disadap oknum tertentu untuk menipu para korban.
"Saya mengimbau Korlap, kepsek atau guru waspada dan segera hubungi saya. Karena nomor yang digunakan pelaku nomor ponsel saya,"tegas Marsan.
Dari hasil konfirmasi dengan sejumlah korlak, kepsek atau guru baik SD atau SMP, Kadis Marsan belum mendapatkan informasi yang sudah jadi korban penipuan dengan dalih uang kesejahteraan bernilai puluhan juta.
"Sampai detik ini Alhamdulillah belum ada yang jadi korban. Saya tegaskan hendaknya semua mitra saya tetap waspada,"pungkasnya.
(Khairuddin)