LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Setelah viral terkatung-kantung selama lima hari, para penumpang KMP Mutiara Persada III akhirnya bisa berlabuh di Pelabuhan Panjang, Kota Bandarlampung pada Senin (18/5/2026). Kapal yang berangkat dari Banten ini rusak mesin di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan sejak Rabu (13/5/2026).
Sampai Pelabuhan Panjang, para penumpang nyaris unjuk rasa menuntut kompensasi. Hendrawan dari manajemen PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang mengelola kapal memenuhi tuntutan seluruh penumpang.
Setelah menerima ganti rugi, ratusan pengemudi dan kernet truk melanjutkan perjalanan satu per satu keluar pelabuhan. Prosesnya berjalan tertib didampingi pihak kepolisian dan aparatur terkait.
Sebelumnya, Kapal Patroli Negara KN. Golok–P.206 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok mengevakuasi 28 penumpang. Mutiara Persada III yang mengalami gangguan mesin di sekitar 2,5 Nautical Mile (NM) timur laut Pulau Tiga.
Masyarakat sempat menyatakan prihatin atas lambannya pertolongan terhadap ratusan penumpang dan kendaraan angkutan logistik yang terombang-ambing selama itu di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan sejak lima hari lalu.
Para penumpang juga mengeluhkan lamanya perbaikan kapal dan suplai logistik. Mereka sempat hanya makan sehari sekali. Penumpang ada yang terpaksa memasak air dengan kayu-kayu yang ada di atas kapal di bawah meja agar tak terkena hujan.
"Alhamdullilah kapal berhasil diperbaiki dan sekarang kembali jalan menuju Pelabuhan Panjang, Lampung," kata salah seorang penumpang lewat rekaman videonya pada Minggu (17/5/2026), pukul 08.00 WIB.
Dia atas nama penumpang yang sebagian besar sopir dan kernet truk mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengatasi masalah kapal, termasuk suplai makanan. Semua penumpang dalam kondisi sehat.
Sampai di Pelabuhan, ketika dikonfirmasi, mereka mengatakan hanya satu kata: rungkat! Para penumpang kapal juga sempat kecewa dengan penanganan pengelola kapal cuma memberi janji-janji palsu.
KMP Mutiara Persada III berlayar dari Cigading, Provinsi Banten, menuju Pelabuhan Panjang, Kota Bandarlampung. Di dalamnya terdapat sekitar 160 penumpang serta 110 kendaraan truk dan mobil penumpang yang kini terjebak di tengah laut tanpa kepastian.
Menurut sejumlah penumpang, perjalanan yang semestinya rutin berubah menjadi ujian panjang yang melelahkan. Mereka mulai naik kapal pada Rabu (13/5/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun kapal mengalami keterlambatan berjam-jam. Setelah tertahan hingga malam, kapal baru benar-benar meninggalkan dermaga pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.
Belum genap lima jam berlayar, mesin kapal mendadak mati pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di perairan Kalianda. Sejak saat itu, kapal hanya terapung-apung di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. (Mikhy)