Lima Prioritas Pembangunan Bupati Dendi pada Tahun 2024

Rabu, 19 Juli 2023 19:39
Foto: Rama

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pembangunan daerah Kabupaten Pesawaran tahun 2024 bertemakan “Penguatan Infrastruktur Pelayanan Dasar yang Menunjang Pertumbuhan Ekonomi serta Mengoptimalkan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Produktif dan Mandiri."

Hal itu disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesawaran dalam penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran (TA) 2024 di ruang sidang DPRD setempat, Selasa (18/7/2023).

Dendi mengatakan, hal itu sesuai ketentuan pasal 89 PP No.12 tahun 2019 tentang Keuangan Daerah, penyusunan KUA/PPAS berdasarkan rencana kerja pembangunan daerah tahun 2024 yang memuat kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode satu tahun.

"Arah pembangunan di Kabupaten Pesawaran tahun 2024 mengacu pada pencapaian target yang telah disusun sesuai dengan visi dan misi RPJMD yang telah disusun untuk tahun 2021-2026 dengan memperhatikan dinamika perekonomian, keadaan sosial masyarakat, serta memperhatikan isu strategis yang dihadapi pada tahun pelaksanaan," kata Dendi.

Baca juga: HUT ke-16 Pesawaran, Bupati Dendi Hadiahi Warganya Baksos

Dijelaskan, bahwa tema pembangunan tersebut diimplementasikan ke dalam prioritas pembangunan tahun 2024, yaitu :
1. Pemerataan infrastruktur wilayah secara berkelanjutan dan berkualitas;

2. Peningkatan iklim investasi dan berusaha yang kondusif;

3. Peningkatan kualitas SDM yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, unggul dan berdaya saing;

4. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan layanan publik yang berkinerja tinggi; dan

5. Mewujudkan desa mandiri sebagai titik berat pembangunan berbasis kemasyarakatan dan potensi lokal.

"Rancangan KUA-PPAS tahun 2024, memuat target pencapaian kinerja yang terukur, dari program-program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah, untuk setiap urusan pemerintah daerah yang disertai dengan proyeksi pendapatan, alokasi belanja, dan pembiayaan, yang disertai dengan asumsi yang mendasarinya," ujarnya.

Baca juga: Jalur Kereta Api Sudah Normal, KAI Evakuasi Lokomotif dan Truk Temperan

Menurutnya, dengan didasarkan pada evaluasi realisasi tahun sebelumnya dan potensi pendapatan pada tahun 2024, maka pendapatan daerah dalam rancangan KUA-PPAS tahun 2024 diproyeksi sebesar Rp.1,23 Triliun lebih.

"Jadi jumlah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp.107,60 Miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp.1,12 Triliun lebih, dan Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.845 juta lebih," jelasnya.

"Selanjutnya, belanja daerah dialokasikan sejumlah Rp.1,18 Triliun lebih dengan rincian untuk belanja operasi sejumlah Rp.869,63 Miliar lebih, belanja modal sejumlah Rp.89,89 Miliar lebih, belanja tidak terduga sejumlah Rp.5 Miliar dan belanja transfer sejumlah Rp.224.08 Miliar lebih.

Kemudian, lanjut Dendi, dari proyeksi pendapatan sebesar Rp.1,23 Triliun lebih, dan alokasi belanja sejumlah Rp.1,18 Triliun, maka terdapat surplus sebesar Rp.42,80 Miliar.

"Kemudian pembiayaan daerah, pada pengeluaran pembiayaan dialokasikan sebesar Rp. 42,80 Miliar untuk pembayaran cicilan pokok hutang," kata dia.

"Surplus sebesar Rp.42,80 Miliar dari selisih lebih pendapatan dan belanja dapat menutupi pengeluaran pembiayaan atau netto pembiayaan sejumlah Rp.42,80 Miliar, sehingga struktur pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam rancangan KUA-PPAS TA 2024 berimbang," pungkasnya. (Rama)

Berita Terkini