Makin Brutal, Tawuran Antarpemuda Saling Lempar Molotov di Bandarlampung

Sabtu, 16 Mei 2026 21:33
Ilustrasi HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Para remaja dan pemuda tawuran makin brutal di Kota Bandarlampung. Baru sepekan seorang pemuda tewas tawuran di Kecamatan Bumi Waras, perang molotov pun terjadi antaranak muda di depan Kantor Divre IV Tanjungkarang, Jl. Teuku Umar, Pasir Gintung, Kota Bandarlampung, Sabtu dini hari (16/5/2026).

Entah dari mana, para anak muda tersebut datang berkerumun saling berhadapan di depan Kantor Divre IV Tanjungkarang pada pukul 01.50 WIB Awalnya saling provokasi, situasi akhirnya memanas hingga pukul 02.00 WIB. Suara teriakan para pemuda bersahutan dengan bunyi klakson sepeda motor.

Baca juga: Satu Tewas Tawuran Antarpemuda di Bumiwaras Bandarlampung

Bom molotov akhirnya meleset terbang dan jatuh terbakar di antara kedua kelompok anak muda. Belum diketahui pasti pemantik tawuran. Kata-kata saling tantang dan gerakan provokasi memecah malam yang sunyi pada pukul 14. 00 WIB.

Tak diketahui darimana kedua kelompok pemuda. Mereka biasanya terlebih dulu saling provokasi via media sosial. Dari saling ejek, kedua kelompok akhirnya saling menantang untuk adu fisik di lokasi yang disepakati kedua kelompok.

Minggu ( 20/5/2026), pukul 02.20 WIB lalu, tawuran antarpemuda menelan korban jiwa. Fransius Sihombing (21) tewas di Jl. Yos Sudarso depan RS Budi Medika, Bumiwaras, Kota Bandarlampung, Minggu ( 20/5/2026), pukul 02.20 WIB.

Bom molotov mewarnai aksi tawuran dini hari di Kota Bandarlampung

Sejak awal tahun 2026, aparat kepolisian mulai mencatat peningkatan aktivitas kelompok remaja yang kerap berkumpul pada malam hari di sejumlah titik kota. Fenomena ini kemudian berkembang menjadi aksi tawuran antarkelompok yang dipicu persoalan saling ejek di media

Beberapa kejadian pertama di kawasan jalan protokol dan lingkungan padat penduduk. Warga melaporkan adanya konvoi sepeda motor dengan suara knalpot bising yang berujung bentrokan menggunakan senjata tajam, bambu, hingga batu.

Memasuki pertengahan tahun, intensitas tawuran meningkat. Polisi beberapa kali membubarkan aksi bentrokan yang melibatkan puluhan remaja.

Tawuran pakai pisau dan galah yang menewaskan seorang pemuda di Bumiwaras

Dalam sejumlah operasi patroli malam, aparat mengamankan pelaku yang sebagian besar masih berstatus pelajar. Di beberapa lokasi, tawuran menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan membuat warga sekitar ketakutan keluar rumah pada malam hari.

Baca juga: Apel Satgas OPD PoL PP Kota Bandarlampung Fokus Pada Pencegahan Tawuran Dimalam Hari

Pengguna jalan juga sempat menjadi korban akibat terkena lemparan batu dari aksi ugal-ugalan kelompok tawuran. Kepolisian meningkatkan patroli rutin di titik rawan, terutama pada akhir pekan dan jam-jam dini hari.

Razia senjata tajam juga dilakukan untuk menekan potensi bentrokan. Selain penindakan hukum, polisi mulai melibatkan pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas remaja. Pemerintah Kota Bandarlampung menilai fenomena tawuran tidak hanya menjadi persoalan keamanan, tetapi juga masalah sosial.

Faktor pergaulan, pengaruh media sosial, minimnya aktivitas positif, serta lemahnya pengawasan keluarga disebut menjadi pemicu utama.
Meski sejumlah pelaku telah diamankan dan dilakukan pembinaan, aksi tawuran sporadis masih beberapa kali muncul di berbagai titik kota hingga saat ini.

Aparat berharap pendekatan preventif dan keterlibatan semua pihak dapat menekan angka tawuran remaja di Bandarlampung. (HBM) 

Berita Terkini