Helo Indonesia

Ada Potensi Politik Uang di Masa Tenang, Arief Sampaikan Kesiagaan Bawaslu Kota Semarang

Ajie - Pilkada
Minggu, 24 November 2024 19:54
    Bagikan  
Ada Potensi Politik Uang di Masa Tenang, Arief Sampaikan Kesiagaan Bawaslu Kota Semarang

Jajaran Bawaslu Kota Semarang, wali kota dan forkopimda melepaskan burung merpati dalam Apel Akbar Siaga Pengawasan Masa Tenang di balai kota. Foto: Aji

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menegaskan kesiapsiagaannya munculnya berbagai potensi pelanggaran di masa tenang sampai menjelang pemungutan suara di Pilkada pada Rabu, 27 November 2024.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman saat Apel Akbar ''Siaga Pengawasan Masa Tenang dan Pungut Hitung Pilkada 2024'' yang diikuti elemen Baswalu se-Kota Semarang di halaman Balaikota Semarang, Minggu 24 November 2024.

Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Dorong Percepatan Perekaman KTP-el Pemula untuk Pastikan Hak Pilih Terlindungi

Dalam Apel Siaga yang mengusung tagline ''Siap Mengawasi, Solid Menindak'' itu, juga dihadiri Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, jajaran anggota Forkompimda dan Ketua Bawaslu Jateng Sosiawan dan jajaran, serta diikuti sebanyak 2.588 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kota Semarang.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengungkapkan, pada masa tenang sampai hari pemungutan suara di Pilkada serentak, potensi pelanggaran bisa mencuat, terutama maraknya politik uang.

Itu sebabnya, kata dia, Bawaslu bersama perangkatnya hingga lapisan bawah mengadakan Apel Akbar untuk siaga mengawasi. Pelanggaran yang akan dicegah adalah politik uang.

"Masa tenang menjelang pencoblosan, rawan terjadi pelanggaran. Kami akan diantisipasi, karena dari gelaran pilkada sebelumnya, pelanggaran politik uang ini sering terjadi di masa tenang. Kami siap awasi, apalagi menjelang hari H pencoblosan, yang dikenal istilah serangan fajar," tambahnya.

Baca juga: Tiba Masa Tenang, Menuju Pilkada Serentak Terakbar di Dunia, 27 November

Selain itu, jajaran pengawas, akan melakukan pembersihan alat peraga kampanye atau APK yang masih terpasang di jalan -jalan protokol dan tempat lainnya. Serta melaksanakan, patroli rutin guna meminimalisasi potensi pelanggaran.

Netralitas ASN

Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Mbak Ita juga menegaskan pentingnya menjaga netralitas ASN, khususnya di masa-masa krusial menjelang dan selama Pilkada. Ia juga mengajak 16 camat se-Kota Semarang untuk hadir dalam apel ini guna menyatakan komitmen netralitas mereka secara langsung.

“Hari ini saya mengajak seluruh camat, ada 16 camat, untuk hadir dan menyatakan komitmennya terhadap netralitas. ASN selama ini selalu diingatkan untuk menjaga netralitas, termasuk melalui surat edaran yang telah kami keluarkan. Namun, hari ini adalah langkah terakhir untuk memastikan hal tersebut, bersama Bawaslu. Saya percaya ASN akan netral pada Pilkada 2024,” tandas Mbak Ita. 

Baca juga: 1.876 Pemilih Pemula di Kendal Terancam tak Bisa Mencoblos, Kenapa?

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menambahkan, pihaknya akan memberikan bantuan pengamanan kepada petugas panwas saat bekerja di lapangan nantinya. Aparat kepolisian sendiri berada dalam satu kelompok di Gakkumdu, dengan unsur Kejaksaan, dan Bawaslu.

"Untuk itu, perlindungan pengawas saat menjalankan tugasnya kami berikan perlindungan. Lewat aplikasi Libas bisa melaporkan aduan atau ketika mengalami kendala dalam bertugas. Kemudian juga sistem pengamanan, pengawasn langsung dan tidak langsung. Kalau langsung ,kami dan linmas, akan hadir di TPS, dan juga personel BKO yang ditempatkan koramil, polsek, polres setiap saat bisa digerakkan untuk bertindak," tambahnya.

Disamping itu, pihaknya telah mendirikan Posko netralitas di Simpanglima, sebagai akses mudah ketika masyarakat ingin melaporkan baik terkait pemilu dan tindak pidana umum lainnya. (Aji)