Helo Indonesia

Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran akan Dilakukan Secara Bertahap Hingga 2029, Anggaran dari Subsidi BBM

Jumat, 16 Februari 2024 20:50
    Bagikan  
DEKLARASI
twitter @fahrihamzah

DEKLARASI - Menurut rencana deklarasi Prabowo-Gibran akan dilaksanakan di Jakarta, Senin (23/10/2023).

HELOINDONESIA.COM - Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono mengatakan jika Pragam Makan SIang dan Susu Gratis akan dijalankan secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.

Jadi pada intinya dijelaskan oleh Budisatrio bahwa program itu akan dilaksanakan secara bertahap dengan target 82,9 juta anak akan merasakan manfaatnya pada tahun 2029.

Dikatakan jika program ini akan langsung dijalankan setelah Keduanya dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Baca juga: TKD 02 Lampung: Prabowo-Gibran Kemenangan Rakyat

"Jadi isu Program Makan Siang dan Susu Gratis baru dijalankan tahun 2029 itu tidak benar," kata Budisatrio dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/2/2024).

Setelah keduanya dilantik maka program itu akan langsung di jalankan hanya saja dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Menurut Budisatrio, tahun-tahun berikutnya 2026, 2027 dan seterusnya akan terus meningkat hingga target tercapai dengan jumlah 82,9 juta anak.

Baca juga: Goenawan Mohamad: Bila Prabowo Menang, Kita Akan Melawan Jenderal dan Presiden Sekaligus

Sebelumnya Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno menyampaikan pemerintah akan berusaha mengerek penerimaan negara dalam hal ini pajak untuk merealisasikan kampanye Prabowo.

Disebutkan pemerintahan Prabowo nanti akan memangkas susidi energi, termasuk di dalamnya BBM, untuk mendanai program makan siang gratis senilai Rp400 triliun.

"Kami akan membiayai program ini [makan siang gratis] dengan memangkas subsidi yang tidak dibutuhkan," ungkapnya dalam wawancara khusus bersama Bloomberg Television, dikutip Jumat (16/2/2024).

Baca juga: Konser Prabowo-Gibran Lampura, 02 Menang Satu Putaran Bangun Jalan

Karena selama ini 80 persen subsidi yang digelontorkan pemerintah tidaki tepat sasaran, yang menggunakan bukan orang yang berhak menerima.

Sebanyak 80 persen dari anggaran subsidi subsidi Rp350 triliun, atau sebanyak Rp280 triliun mengalir ke masyarakat kelas menengah atas. **