HELOINDONESIA.COM - Yenny Wahid mengungkap berbagai kedekatannya dengan dengan bakal capres Anies Baswedan. Sebelumnya, Yenny Wahid disebut-sebut menjadi salah tokoh yang masuk bursa bakal cawapres untuk mendampingi Anies.
Saat di sela acara di Gedung Parlemen, Selasa 8 Agustus, Yenny Wahig mengemukakan, dirinya kedekatan dengan bakal calon presiden (capres) dari KPP (Koalisi Perubahan untuk Persatuan) itu.
Menurut dia, kedekatan itu karena sama-sama pernah berkarier sebagai akademisi di Universitas Paramadina. Saat itu, dia dosen di sana, sedangkan Anies sebagai rektonya.
“Karena Pak Anies jadi rektor, saya jadi salah satu dosen. Saya pulang dari ambil Master di Amerika, Mas Anies tawari saya di Paramadina, beliau waktu itu jadi rektor,” kata Yenny Wahid, yang merupakan putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Baca juga: Messi Mulai Pecahkan Rekor di MLS, Tapi Kiper Inter Miami Dipecat Gegara Berkomentar Pedas
Yenny menyatakan kesiapannya apabila diberikan mandat untuk maju sebagai bakal cawapres 2024, termasuk berduet dengan Anies Baswedan.
“Karena itu kan memang salah satu tujuan kita adalah untuk menduduki jabatan publik yang strategis agar bisa membuat kebijakan publik yang membuat perubahan positif di masyarakat,” ucap Yenny.
Menurut Yenny, duduk sebagai pejabat publik seperti wakil presiden dapat mempermudah membuat perubahan-perubahan lewat kebijakan yang nantinya berlaku untuk masyarakat.
Baca juga: Wow, Harta Kekayaan Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono Naik Fantastis Jadi Rp 36 Miliar,
Karena itu dirinya menyatakan siap jika dipinang oleh Anies Baswesan. “Saya juga masuk dalam kategori itu tentunya harus siap. harus bersedia, harus menyiapkan diri,” tegas Yenny.
Selain Anies, Yenny juga mengaku ada kedekatan dengan bakal capres dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo dan bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurutnya, sejauh ini penjajakan dengan ketiga bakal capres itu masih berjalan baik.
Namun, ia menekankan maju atau tidaknya sebagai bakal cawapres salah bergantung pada aspek-aspek politik seperti elektabilitas.
Baca juga: Setelah Ada Gugatan Syarat Umur Capres Cawapres 35 Tahun, Kini Disoal Batas Maksimal 70 Tahun
“Semua orang masih berkomunikasi, semua orang masih melakukan negosiasi. Jadi kita lihat saja nanti,” tandas Yenny Wahid yang pernah menjadi Komisaris di PT Garuda Indonesia itu. (**)
(Winoto Anung)
