HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Sola Gibran Rakabuming jadi sasaran curi start kampanye Pemilu 2024. Di menempel stiker di rumah-rumah warga. Selain itu, viral pula video Gibran Rakabuming melakukan ajakan untuk memilih PDI Perjuangan (PDIP) dan Pak Ganjar pada 14 Februari.
Gibrak diprotes. Dia dituding Gibran sudah kampanye padahal belum masuk tahapan kampanye Pileg dan Pilpres 2024. Bahkan ada yang akan melaporkan Bawaslu, Badan Pengawas Pemilu.
Untuk video Gibran, benarkah dia sudah mencuri start kampanye, benarkah melanggar aturan dan Bawaslu perlu memberi sanksi.
Salah satu yang protes terhadap video Gibran tersebut adalah netizen @yaniarsim, yang ikut mengunggah video tersebut. Menurutnya jadwal kampanye di tempat umum dan di medsos (media sosial) baru akan dimulai 28 November, dia menuding Gibran sudah mulai kampanye.
Baca juga: Warga Larangan Selatan Resah, Lurah Tawarkan Bonus Perpanjangan Jabatan RT RW, Kental Aroma Politis
“Jadwal kampanye pilpres 2024 di tempat umum dan media sosial dimulai tgl 28 November 2023 s/d 10 Februari 2024 sesuai @KPU_ID dan @bawaslu_RI. Tapi ini @gibran_tweet sudah mulaik bagaimana nih @ganjarpranowo,” ungkap netizen @yaniarsim.
Di bawah video, @yaniarsim menambahkan tulisan yang mempertanyakan kepada Bawaslu, ditengarai dia ingin pengawas Pemilu bertindak. “Video kampanye Ganjar Pranowo beredar, bagaimana Bawaslu?“ tanya dia.
Kalau melihat kata-kata yang diucapkan Gibran Rakabuming dalam video yang beredar di medsos, memang menarik dicermati, sebab Wali Kota Solo itu senang bermain-main kata untuk berkelit. Dalam hal ini tampaknya Gibran juga bermain-main kata-kata untuk berkelit dari jeratan Bawaslu.
Baca juga: PM Spanyol Tak Memaafkan Rubiales yang Cium Bibir Jenne Hermoso di Panggung Piala Dunia Wanita 2023
Kata-kata Gibran Rakabuming terlihat mempromosikan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan Ganjar Pranowo, tapi dia menyebut Pak Ganjar. Gibran tampil di video yang muncul di media sosial dengan baju seragam PDIP dan logo partai partai banteng itu juga.
Dalam narasinya, seperti dalam unggahan Ruhut Sitompul (@ruhutsitompul) mengajak warga berbondong-bondong ke TPI 14 Februari nanti untuk memilih PDI Perjuangan dan Pak Ganjar.
“Selamat siang, saya Gibran Rakabuming mengajak seluruh warga untuk berbondong-bondong ke TPS di 14 Februari nanti untuk memilih PDI Perjuangan dan Pak Ganjar. Terima kasih,” ujar Gibran di dalam video tersebut.
Baca juga: Tuding Nasdem Khianat, Terkesan Demokrat Ngotot Banget Soal Cawapres
Setelah menyimak, maka ada baiknya mengecek permainan kata-kata Gibran yang bisa untuk berkelit dari jeratan Bawaslu.
Boleh dikata, Gibran Rajabuming melakukan kampanye, karena sudah melakukan ajakan untuk memilih PDIP dan memilih Pak Ganjar.
Mungkin ada yang mengartikan Gibran sudah berkampanye, meski belum waktunya kampanye Pileg maupun kampanye Pilpres. Apalagi dia sudah menggunakan baju PDIP dan di video itu ada logo PDIP juga.
Baca juga: Ada Dua Strategi Prabowo untuk Pilpres 2024, di Antaranya Baliho Foto Bersama Jokowi
Sekali lagi, Gibran pinter berkelit kalau sudah soal kata-kata. Kalau kita cek lagi, nada kata-katanya memang seperti kampanye, namun kata-katanya tampaknya belum lengkap.
Kita Simak lagi kata-kata yang diucapkan Gibran: “Saya Gibran Rakabuming mengajak seluruh warga untuk berbondong-bondong ke TPS di 14 Februari nanti untuk memilih PDI Perjuangan dan Pak Ganjar. Terima kasih.”
Sepintas tidak ada yang perlu dicermati lagi, sudah kampenya, namun kalau kita cek, ada ‘14 Februari nanti’ ini perlu disimak lebih lanjut. Maksudnya kapan, dia tidak menyebut tahun.
Baca juga: Rahasiakan Riwayat Hidup Bacaleg, Perludem Tuding KPU Alami Kemunduran
Kalau kita cek, jadwal Pilpres 2024 adalah 14 Februari 2024. Nah di situ, Gibran tidak menyebut angka tahun. Gibran bisa berkelit, soal waktu itu, bisa saja tahun depannya lagi.
Lantas, ada yang kurang lengkap lagi, Gibran menyebut ‘Pak Ganjar’. Nah, Pak Ganjar ini dalam rangka apa dipilih. Gibran tidak menyebut Pilpres 2024. Tapi, kalau memang terkait Pipres 2024, mestinya menyebut calon presiden dan namanya juga lengkap.
Sebab, nama Ganjar kemungkinan banyak, bukan Ganjar Pranowo saja. Dalam hal ini Gibran bisa berkelit lagi kalau ada tudingan sudah berkampanye.
Kemudian, frase ‘seluruh warga’ itu juga belum jelas, Dia tidak menyebut seluruh warga negara Indonesia. Mungkin, saja yang dia maksud seluruh warga Solo. (**)
